TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menerjunkan sebanyak 43.951 personel Satgas Darat dan didukung 17 armada patroli udara serta 38 helikopter water bombing.
“Selain itu, operasi modifikasi cuaca telah menggunakan 7.600 kilogram garam untuk memicu hujan di wilayah terdampak,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan melalui laman akun YoutTube BNPB Indonesia pada Kamis, 10 September 2026.
Selain itu, ia menuturkan jika sampai saat ini karhutla telah berdampak pada 55 kabupaten/kota. Menurutnya, tantangan utama berada di kawasan lahan gambut karena api sering kali berada di bawah permukaan tanah sehingga lebih sulit dipadamkan.

“Wilayah sekitar bandara, permukiman, dan daerah yang memiliki keterbatasan sumber air juga menjadi prioritas penanganan guna mencegah meluasnya kebakaran,” ucapnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga mencatat jika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 421 hektare telah berhasil dipadamkan pada Rabu, 9 September 2026 kemarin. Kendati demikian, usaha tersebut masih terus dilakukan secara terpadu melalui operasi darat, udara, dan modifikasi cuaca di enam provinsi prioritas.
Ia mengatakan sebanyak enam provinsi yang menjadi fokus penanganan meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
“Penanganan karhutla di enam provinsi prioritas terus berlangsung secara optimal, terutama di Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan yang luas area kebakarannya masih relatif besar,” ujar Berton.










