TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mendorong penguatan jenama fesyen daerah agar mampu bersaing dan memperluas pasar hingga tingkat internasional.
Upaya tersebut dilakukan melalui pembinaan pelaku ekonomi kreatif serta kolaborasi lintas lembaga untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal. Hal itu disampaikan Riefky saat menghadiri pembukaan Indonesia International Modest Fashion Festival x Jakarta Muslim Fashion Week (IN2MOTIONFEST x JMFW) 2026 di Jakarta International Convention Centre (JICC).

Riefky menegaskan, pengembangan sektor fesyen tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga penguatan identitas budaya Indonesia dan perluasan akses pasar bagi pelaku usaha dari berbagai daerah.
"Ajang IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 ini bukan sekadar peragaan busana biasa, melainkan wujud nyata sinergi dan kolaborasi antarlembaga untuk mengangkat potensi kekayaan wastra budaya Indonesia," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 15 Oktober 2026.
Menurutnya, pendampingan sektor ekonomi kreatif dari hulu hingga hilir menjadi langkah penting untuk memastikan produk fesyen buatan anak bangsa memiliki kualitas tinggi, keunikan narasi lokal, serta daya saing kuat di pasar dunia.
Sejumlah jenama fesyen daerah binaan Kementerian Ekraf turut menampilkan produknya dalam ajang tersebut. Lima jenama itu yakni Alrafi dari Kepulauan Riau, Batik Siger dari Lampung, Organic Culture dari Jember, Anantari dari DI Yogyakarta, serta Thiffa Qaisty dari Kepulauan Riau.
Pembinaan yang diberikan Kementerian Ekraf telah membantu para pelaku usaha meningkatkan kualitas produk, memperkuat pengelolaan bisnis, serta memperluas promosi dan akses pasar internasional.
Alrafi, misalnya, telah menarik minat pembeli dari Singapura, Malaysia, Thailand, hingga Spanyol. Sementara itu, Batik Siger berhasil memperluas pasar ke New York, Dubai, dan Afrika Selatan dengan mengandalkan produk wastra yang menggunakan lebih dari 70 persen pewarna alami.
Adapun Organic Culture mengembangkan fesyen ramah lingkungan berbahan kain organik dan telah menjangkau pasar Swedia, Belanda, serta Jepang. Anantari memperkuat karakter batik hitam-putih dengan sentuhan budaya lokal, sedangkan Thiffa Qaisty memadukan desain modern dengan tekstil tradisional seperti batik dan tenun.
Riefky menilai, capaian tersebut menunjukkan bahwa potensi ekonomi kreatif daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi nasional apabila didukung pembinaan, inovasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan.
IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 sendiri menghadirkan peragaan busana, pameran dagang, serta forum kolaborasi bisnis untuk memperkuat ekosistem modest fashion global. Ajang ini mengintegrasikan penyelenggaraan Jakarta Muslim Fashion Week yang dimulai pada 2021 dan IN2MOTIONFEST yang berlangsung sejak 2022.
Mengusung tema "Indonesia's Integrated Modest Fashion Ecosystem: Transforming Modest Fashion Brands into Global Business", kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat sumber produk modest fashion dunia.
Riefky menegaskan, Kementerian Ekraf siap menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Langkah ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha kreatif untuk naik kelas dan memperkuat kontribusi sektor ekonomi kreatif dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.










