TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar mendorong daerah di Indonesia mengembangkan potensi lokal menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu praktik yang dapat menjadi inspirasi ialah usaha olahan singkong Argotelo di Salatiga, Jawa Tengah.
Berawal dari modal ratusan ribu rupiah, Argotelo kini berkembang menjadi ekosistem usaha yang melibatkan 38 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta menyerap sekitar 300 pekerja lokal.
Muhaimin menilai, keberhasilan Argotelo menunjukkan bahwa potensi lokal yang dikelola secara kreatif melalui hilirisasi produk dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu disampaikannya dalam Dialog Interaktif bersama Pelaku Ekonomi Kreatif di Wisata Edukasi Argotelo, Salatiga, Jawa Tengah, Kamis, 15 Oktober 2026.

"Dulu singkong dianggap makanan masyarakat miskin, tetapi sekarang singkong bahkan bisa mengentaskan kemiskinan. Argotelo membuktikan bahwa ekosistem pemberdayaan berbasis hilirisasi produk bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat," ujar Muhaimin dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 15 Oktober 2026.
Menurut Muhaimin, keberhasilan Argotelo tidak hanya diukur dari penjualan produk olahan singkong, tetapi juga dari ekosistem ekonomi yang tumbuh di sekitarnya. Rantai usaha tersebut memberikan manfaat bagi petani, mitra distributor, karyawan, hingga pelaku UMKM pendukung.
Ia menegaskan, pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui kegiatan ekonomi produktif yang membuka peluang usaha dan menciptakan sumber penghasilan bagi warga. Karena itu, potensi sumber daya yang tersedia di setiap daerah perlu dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan memiliki daya saing.
Muhaimin juga menilai, ekosistem Argotelo membuka kesempatan kerja bagi masyarakat dari berbagai latar belakang pendidikan, mulai dari lulusan sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Hal ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan usaha lokal dapat memperluas kesempatan ekonomi bagi kelompok masyarakat yang beragam.
"Saya sangat bangga dengan kreativitas teman-teman di Salatiga. Saya yakin kita bisa berkolaborasi menjadikan Salatiga sebagai kota kreatif, menjadi rujukan nasional dan seluruh Indonesia, sekaligus mendunia," katanya.
Muhaimin menambahkan, pengembangan model usaha seperti Argotelo perlu disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing daerah. Dengan demikian, masyarakat dapat membangun usaha berdasarkan sumber daya yang tersedia di lingkungan mereka.
Dalam upaya tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat mendorong kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, BUMN, swasta, hingga kementerian terkait.
"Sebagai Menko, tugas saya melakukan kolaborasi, mengajak berbagai pihak, apakah BUMN, swasta, pemerintah, maupun kementerian, untuk bekerja bersama," ucapnya.
Melalui pengembangan potensi lokal dan hilirisasi produk, pemerintah berharap semakin banyak UMKM yang mampu berkembang, memperluas akses pasar, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di berbagai daerah.










