TVRINews, Jakarta
Kementerian Sosial dan Universitas Pertahanan menjalin kerja sama untuk memperkuat karakter, kedisiplinan, serta kemandirian siswa Sekolah Rakyat. Kolaborasi tersebut diwujudkan dengan menerjunkan sebanyak 1.500 kadet Unhan sebagai kakak asuh bagi sekitar 44 ribu siswa selama dua pekan.
Program pengabdian ini dikonkretkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico dan Rektor Unhan Letjen TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho di Kampus Unhan Salemba, Jakarta Pusat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan, siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga prasejahtera dan diterima tanpa melalui tes akademik. Para siswa datang dengan latar belakang, kemampuan, dan kebiasaan yang beragam sehingga perlu mendapat penguatan kedisiplinan.
“Kita harapkan kadet-kadet ini nanti yang melakukan pengabdian bisa menjadi model. Bagaimana membiasakan diri bangun tepat waktu, tidur tepat waktu, merawat diri dengan baik, menjaga barang pribadi, membersihkan tempat tidur, melipat baju, dan menaruhnya di lemari dengan benar,” kata Gus Ipul dalam keterangan yang dikutip, Rabu 7 Oktober 2026.
Ia menilai, pembelajaran kedisiplinan tersebut sangat penting, terutama pada masa awal siswa mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Pendampingan akan diberikan kepada sekitar 44 ribu siswa Sekolah Rakyat jenjang SD, SMP, hingga SMA. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan siswa, termasuk bagi siswa yang berkebutuhan khusus.

“Yang SD sesuai dengan usianya, SMP juga begitu, nanti kalau ada yang berkebutuhan khusus tentu sesuai dengan kebutuhan dari siswa tersebut. Tentu tidak disama ratakan,” jelas Gus Ipul.
Pemberangkatan para kadet untuk menjalankan program pengabdian dijadwalkan mulai 9 Oktober 2026. Selama dua pekan, para kadet mendampingi siswa dalam berbagai kegiatan penguatan kedisiplinan dan pembelajaran.
Gus Ipul menyambut baik program pengabdian ini dan menyampaikan apresiasi kepada Unhan atas keterlibatan para kadet dalam program Sekolah Rakyat.
“Kami berterima kasih sekali kepada Pak Rektor dan jajaran yang telah memberikan satu kesempatan kepada mahasiswanya (kadet), untuk bisa mengabdi di lingkungan Sekolah Rakyat selama dua minggu,” kata Gus Ipul.
Sementara itu, Rektor Unhan Letjen TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho mengatakan para kadet akan membantu siswa membangun kebiasaan positif yang diharapkan dapat berlanjut setelah program pengabdian usai.
“Direncanakan kami akan melibatkan sekitar 1.500 orang untuk pelaksanaannya karena ini di seluruh Indonesia ada 182 titik (Sekolah Rakyat). Selama dua minggu, harapan kami kadet-kadet ini bisa membantu adik-adik Sekolah Rakyat memperbaiki dan membentuk kebiasaan yang bagus, membentuk kedisiplinan, serta membentuk karakter mereka,” kata Anton.
Ia menambahkan, pembinaan juga diarahkan untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan siswa, salah satunya melalui kegiatan yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjalankan peran ketua kelas secara bergantian.
Kegiatan yang akan dilaksanakan mencakup latihan dasar kedisiplinan seperti baris-berbaris, bangun pagi, senam pagi, makan bersama, kegiatan keagamaan, pembelajaran di kelas, pembinaan etika, serta kegiatan kepramukaan.
Para kadet berasal dari berbagai program studi dan fakultas sehingga dapat berbagi pengetahuan sesuai bidang masing-masing. Kadet dari bidang matematika, misalnya, dapat membantu siswa dalam proses belajar mengajar matematika.
“Intinya, kadet-kadet kami akan menjadi kakak asuh siswa Sekolah Rakyat. Mereka akan menyatu, berbagi pengetahuan dan pengalaman, sehingga harapan kami adik-adik ke depan punya figur untuk diharapkan menjadi pemimpin di masa depan. Jadi kadet-kadet inilah yang bisa memberi contoh kepada mereka,” pungkas Anton.










