TVRINews, Jakarta
Sebanyak 92 siswa-siswi mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Sanggar Kegiatan Belajar di Sentra Terpadu Inten Soeweno Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono secara daring dari Kantor Kemensos, Jakarta Pusat.
Agus Jabo menyampaikan, kehadiran Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) menjadi salah satu langkah pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan namun terkendala biaya. Sekolah ini juga hadir sebagai alternatif bagi anak-anak yang belum bisa masuk ke Sekolah Rakyat.
"Anak-anak kita yang belum bisa masuk ke sekolah rakyat karena masalah umur, terus kemudian (karena) kemampuan siswa dalam hal pelajaran dan segala macam. Tetapi tetap kemudian Kemensos menfasilitasi anak-anak kita yang belum bisa masuk ke sekolah rakyat, ditampung di SKB-SKB," ujar Agus Jabo, dikutip Rabu, 7 Oktober 2026
SKB menjadi akses bagi anak-anak yang belum pernah sekolah, putus sekolah, atau belum mendapat kesempatan belajar agar bisa kembali menempuh pendidikan. Mereka akan mengikuti program Pendidikan Kesetaraan Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA) dengan sistem pembelajaran yang fleksibel serta inklusif di sentra-sentra milik Kemensos.
"Hari ini kita sudah menyaksikan bagaimana Kemensos melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial mewadahi anak-anak kita yang belum bisa masuk di sekolah rakyat. Jadi SKB ini adalah saudara dari sekolah rakyat bagi anak-anak kita yang memang ingin melanjutkan pendidikan atau yang ingin bersekolah," katanya.
Adapun 92 siswa-siswi yang belajar di SKB STIS Cibinong mencakup 36 orang di jenjang SD (26 laki-laki dan 10 perempuan), 41 orang di jenjang SMP (30 laki-laki dan 11 perempuan), serta 15 orang di jenjang SMA (11 laki-laki dan 4 perempuan).
Agus Jabo menjelaskan bahwa pembentukan SKB bertujuan memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan. Ia menegaskan, Presiden Prabowo menginginkan agar tidak ada anak yang terjerat kemiskinan hanya karena berasal dari keluarga tidak mampu.
"Maka dari itu, kemudian tugas kita, tugas negara, tugas pemerintah adalah menjemput anak-anak dari keluarga yang tidak mampu itu untuk bisa bersekolah," ungkapnya.
"Dan dibawah Pak Prabowo Subianto, semuanya akan dijangkau dan seluruh anak Indonesia diharapkan bisa bersekolah supaya kemudian anak-anak Indonesia menjadi anak-anak yang hebat, anak-anak yang cerdas, anak-anak yang memiliki karakter kebangsaan yang kuat dan mereka bisa mandiri dan berdaya, sekaligus bisa mengangkat derajat dirinya maupun derajat keluarganya," lanjutnya.
Ia menambahkan, SKB menjadi modal penting bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih cita-cita mereka.
"Sekolah Rakyat dan SKB ini adalah harapan baru bagi saudara-saudara kita dari keluarga-keluarga yang kurang mampu untuk bisa melanjutkan sekolah. Jadi SKB juga termasuk jembatan emas bagi anak-anak kita untuk bisa mewujudkan apa yang menjadi cita-cita mereka dan mewujudkan apa yang menjadi doa-doa dari orang tua mereka," tutur Agus Jabo.










