TVRINews, Jakarta
Digitalisasi pelayanan bagi Aparatur Sipil Negara atau ASN terus dikembangkan pemerintah. Salah satunya melalui transformasi layanan PT TASPEN yang kini semakin mengandalkan kanal digital.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, menilai pemanfaatan teknologi harus memberikan dampak langsung terhadap kualitas pelayanan yang diterima ASN.
"Pemanfaatan teknologi harus membuat pelayanan pemerintah semakin sederhana, cepat, dan mudah diakses. Jadi, digitalisasi bukan sekadar menghadirkan sistem baru, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya," ucap Rini dalam keterangan yang dikutip, Rabu, 7 Oktober 2026.
Rini mengatakan, perubahan pola pelayanan menjadi penting agar ASN tidak lagi menghadapi proses administrasi yang panjang, khususnya ketika mengurus hak-hak setelah memasuki masa purnabakti.
Saat ini, TASPEN telah mengembangkan TASPEN Online Service atau TOS sebagai salah satu kanal pelayanan terpadu. Berbagai kebutuhan peserta dapat diakses melalui layanan tersebut. Mulai dari kartu digital, pengajuan dan pemantauan klaim, layanan pensiun, hingga informasi mengenai perkiraan manfaat Tabungan Hari Tua dan pensiun.
Penggunaan layanan digital pun menunjukkan tren peningkatan. Hingga Mei 2026, sebanyak 99,97 persen klaim tercatat dapat diselesaikan maksimal satu hari setelah pengajuan. Sedangkan selama Januari hingga Mei 2026, lebih dari 260 ribu pengajuan klaim dilakukan melalui kanal online. Angka ini mencapai sekitar 81 persen dari total pengajuan pada periode tersebut.
Menurut Rini, capaian tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat mulai beralih ke layanan digital karena menawarkan proses yang lebih praktis dan dapat dipantau.
"Yang menjadi ukuran keberhasilan bukan seberapa banyak aplikasi yang kita bangun, tetapi apakah layanan tersebut benar-benar mempermudah masyarakat dan memberikan kepastian dalam memperoleh haknya," ucap Rini, dalam keterangan yang dikutip, Rabu, 7 Oktober 2026.
Terlebih bagi ASN yang akan memasuki masa pensiun, kepastian proses pelayanan dinilai memiliki arti penting. ASN membutuhkan layanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga memberikan informasi yang jelas mengenai proses dan hak yang akan diterima.
Ke depan, pemerintah ingin layanan TASPEN terhubung dengan sistem digital manajemen ASN secara lebih menyeluruh.
Kementerian PANRB bersama sejumlah instansi terkait tengah menyiapkan Platform Digital Manajemen ASN yang nantinya mencakup berbagai kebutuhan ASN, termasuk layanan jaminan sosial, pensiun, dan jaminan hari tua.
Rini menekankan, perkembangan teknologi tetap harus diiringi dengan pendekatan yang berorientasi kepada manusia.
"Teknologi harus kita gunakan untuk memperkuat pelayanan kepada ASN, bukan menggantikan sisi kemanusiaannya. Kemudahan digital harus tetap berjalan bersama kepedulian dan perhatian kepada setiap peserta," ungkapnya.
Dengan pengembangan tersebut, digitalisasi TASPEN diharapkan mampu menciptakan pelayanan yang lebih praktis dan pasti, sekaligus memberikan rasa aman bagi ASN dalam menjalani masa purnabakti.










