TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat masih terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Papua Barat. Tercatat sebanyak 18 titik api dengan total luas lahan terbakar mencapai 223,5 hektare.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan dari total luasan tersebut, lebih dari 24 hektare telah berhasil dipadamkan.
"Untuk Papua Barat, ada ditemukan 18 titik api dengan luas terbakar sebesar 223,5 hektare yang berhasil dipadamkan sebesar 24 hektare lebih," kata Berton dalam konferensi pers update penanganan karhutla di Indonesia, Kamis, 3 September 2026.
Lebih lanjut, Berton menyebut kualitas udara di wilayah terdampak berada pada kategori sedang hingga tidak sehat. Sementara jarak pandang berkisar antara 7 hingga 10 kilometer.
Penanganan karhutla terus dilakukan oleh Satgas Darat melalui pemantauan di sejumlah lokasi, khususnya wilayah Klaster 3 di Tanah Merah dan Sumuri.
Selain penanganan dari darat, BNPB juga mengerahkan operasi udara. Satu armada digunakan untuk patroli udara, sementara dua armada disiapkan untuk melakukan waterbombing.
Hingga saat ini, lebih dari 123 ribu liter air telah dijatuhkan melalui operasi waterbombing. Upaya tersebut berhasil memadamkan sekitar 14 hektare lahan.
Kemudian, Berton menyampaikan bahwa pemantauan udara dioptimalkan menggunakan drone thermal. Teknologi tersebut digunakan untuk memperoleh titik koordinat secara lebih presisi sehingga pelaksanaan waterbombing dapat diarahkan langsung ke lokasi kebakaran.
"Dengan drone thermal sehingga dapat diperoleh presisi titik-titik koordinat untuk pelaksanaan waterbombing dan dengan metode spot drop di titik api yang terbakar," ujarnya.
Meski kondisi karhutla di sekitar wilayah KKKS PB Berau LTD per 2 September 2026 secara umum terkendali, BNPB masih menemukan titik api dengan luasan lahan yang cukup besar di wilayah Bomberay, Kabupaten Fakfak.
"Berdasarkan hasil patroli di udara, ditemukan titik api dengan luasan lahan yang terbakar cukup luas di wilayah Bomberay Kabupaten Fakfak dan sudah mendekati pemukiman warga," ucapnya.










