TVRINews, Jakarta
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyoroti sejumlah nilai kepemimpinan Soeharto yang dinilainya masih relevan untuk dipelajari generasi muda saat ini. Hal itu disampaikan dalam Seminar Nasional Kepemimpinan Jenderal Besar TNI (Purn.) Soeharto yang digelar di Universitas Trilogi, Jakarta.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Dana Sejahtera Mandiri bersama Universitas Trilogi dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan 105 tahun kelahiran Soeharto.
Dalam pemaparannya, Fadli Zon mengatakan bahwa terdapat sejumlah karakter kepemimpinan Soeharto yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi generasi masa kini, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan bangsa.
“Jika kita bicara tentang kepemimpinan Pak Harto, sejumlah karakter yang layak menjadi bahan pembelajaran bagi generasi masa kini antara lain berpijak pada fakta dan realitas masyarakat, menghargai ilmu pengetahuan, membangun sistem kerja yang efektif, berani mengambil tanggung jawab, serta memegang teguh nilai-nilai kepemimpinan,”kata Fadli dalam keterangan yang diterima tvrinews, Rabu, 24 Juni 2026.
Menurut Fadli, kepemimpinan Soeharto berkembang dalam situasi yang penuh tantangan. Berbagai kebijakan pembangunan yang dijalankan pada masanya menunjukkan pentingnya kemampuan seorang pemimpin dalam memahami persoalan bangsa, mengelola sumber daya yang tersedia, serta mengambil keputusan strategis untuk kepentingan masyarakat luas.
Ia juga menekankan pentingnya keteladanan kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai budaya Indonesia. Nilai seperti kesabaran, pengendalian diri, keteguhan sikap, dan orientasi pada kepentingan bangsa dinilai tetap relevan untuk menjawab tantangan zaman.
“Kepemimpinan Pak Harto di tengah berbagai tantangan pada masanya merupakan bagian dari perjalanan sejarah bangsa yang dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi penerus dalam membangun Indonesia ke depan,” jelasnya.
Seminar nasional tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Dekan Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan, Oktaheroe Ramsi, akademisi Yudi Latif, serta mantan Menteri Keuangan sekaligus Pengawas Damandiri, Fuad Bawazier.
Selain seminar, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia melalui lomba sketsa wajah Soeharto bertajuk Lomba Seribu Goresan Sejarah. Sebanyak 1.126 peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum mengikuti kegiatan tersebut selama 105 menit di Atrium Universitas Trilogi.
Atas capaian tersebut, MURI menetapkan kegiatan itu sebagai rekor untuk kategori sketsa H.M. Soeharto terbanyak.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Digital Ahmad Ridha Sabana, akademisi, pimpinan perguruan tinggi, tokoh masyarakat, serta para peserta seminar dan lomba.
Menutup sambutannya, Fadli Zon berharap nilai-nilai kepemimpinan, pengabdian, dan kebangsaan yang diwariskan para tokoh bangsa dapat terus dipelajari oleh generasi muda sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter dan jati diri bangsa Indonesia.










