TVRINews, Jakarta
Kementerian Kebudayaan bersama Badan Perfilman Indonesia (BPI) dan Komite Festival Film Indonesia (FFI) resmi meluncurkan Festival Film Indonesia (FFI) 2026. Peluncuran yang berlangsung di Hutan Kota by Plataran, Kamis, 18 Juni 2026, menandai dimulainya rangkaian penyelenggaraan FFI tahun ini sekaligus pembukaan pendaftaran karya film dan kritik film.
Pendaftaran peserta dibuka mulai 18 Juni hingga 31 Agustus 2026. Selanjutnya, proses seleksi dan penjurian akan berlangsung sejak 1 September 2026, sebelum mencapai puncaknya pada Malam Anugerah Piala Citra FFI 2026 yang dijadwalkan digelar pada 20 November 2026.
Sebagai ajang penghargaan tertinggi bagi insan perfilman nasional, FFI dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem perfilman Indonesia, meningkatkan apresiasi terhadap karya sinema nasional, serta memperluas daya saing film Indonesia di tingkat internasional.
Pada tahun ini, FFI mengangkat tema "Askala Karya Sinema Indonesia". Kata Askala berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti sinar, cahaya, dan harapan. Tema tersebut menggambarkan peran sinema sebagai medium yang mampu menghidupkan imajinasi, merekam perjalanan zaman, serta mewariskan nilai dan harapan kepada generasi berikutnya.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengatakan perkembangan industri film nasional menunjukkan tren yang positif. Menurutnya, meningkatnya minat masyarakat terhadap film Indonesia menjadi bukti bahwa karya sineas nasional semakin mendapat tempat di tengah publik.
Ia menilai film tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi medium kebudayaan yang merekam perjalanan bangsa, menghadirkan refleksi atas masa lalu dan masa kini, sekaligus menawarkan pandangan mengenai masa depan.
"Tema Askala mengingatkan kita bahwa sebelum sinema memiliki layar, ia telah memiliki cahaya. Cahaya bukan sekadar unsur teknis dalam sinematografi, melainkan simbol pengetahuan, harapan, dan ingatan yang menghubungkan generasi demi generasi," ujar Fadli Zon dalam keterangan yang diterima tvrinews, Jumat, 19 Juni 2026.
Fadli juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung penguatan industri perfilman nasional, termasuk mendorong partisipasi sineas Indonesia dalam berbagai festival film internasional dan memperluas akses masyarakat terhadap karya-karya film Indonesia.
"Melalui Festival Film Indonesia, kita ingin terus menyalakan cahaya kreativitas bangsa dan menghadirkan karya-karya sinema yang mampu memperkuat identitas Indonesia sekaligus menginspirasi dunia," tambahnya.
Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia, Fauzan Zidni, menyebut FFI merupakan cerminan perkembangan perfilman nasional sekaligus wadah untuk memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan industri film.
"Melalui tema Askala, FFI 2026 menegaskan bahwa karya sinema Indonesia tidak hanya hadir sebagai hiburan, tetapi juga sebagai cahaya yang memberi makna bagi masyarakat dan dunia,"ungkap Fauzan.
Sementara itu, Ketua Komite FFI 2024-2026, Ario Bayu, menegaskan bahwa penyelenggaraan FFI merupakan hasil kolaborasi berbagai unsur perfilman, mulai dari pemerintah, asosiasi profesi, akademisi, komunitas film hingga masyarakat.
"Harapan kami, Festival Film Indonesia dapat terus menjadi ruang apresiasi, rekognisi, dan promosi yang mendorong perfilman Indonesia tumbuh secara berkelanjutan,"kata Ario.
Pada penyelenggaraan tahun ini, FFI juga melakukan sejumlah penyempurnaan regulasi dan sistem penjurian. Ketua Bidang Penjurian FFI 2026, Budi Irawanto, menjelaskan pembaruan tersebut dilakukan berdasarkan masukan publik dan diskusi bersama para pelaku industri.
Beberapa perubahan yang diterapkan antara lain penyederhanaan tahapan penjurian film cerita panjang, penyesuaian kategori Pencipta Lagu Tema Asli Terbaik, serta perubahan durasi minimal kategori Film Dokumenter Pendek menjadi 10 menit guna memberikan peluang yang lebih luas bagi sineas dokumenter.
FFI 2026 juga menghadirkan sejumlah program baru. Ketua Bidang Program FFI 2026, Prilly Latuconsina, mengatakan pihaknya akan menyelenggarakan program Masterclass FFI yang menghadirkan materi pembelajaran dari para praktisi perfilman dan dapat diakses melalui platform digital.
Selain itu, akan ada program Nomination Week, yaitu pemutaran film-film nominasi yang dapat disaksikan masyarakat di Jakarta maupun sejumlah daerah melalui kerja sama dengan berbagai festival film lokal.
Dalam kesempatan yang sama, dua aktor Indonesia, Nirina Zubir dan Morgan Oey, resmi diperkenalkan sebagai Duta FFI 2026. Keduanya diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara Komite FFI, pelaku industri perfilman, dan masyarakat, sekaligus meningkatkan keterlibatan publik dalam seluruh rangkaian kegiatan FFI tahun ini.
Melalui penyelenggaraan Festival Film Indonesia 2026, Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kemajuan perfilman nasional sebagai bagian dari pemajuan kebudayaan Indonesia. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, FFI diharapkan mampu memperkuat ekosistem perfilman, memperluas apresiasi masyarakat terhadap karya sinema nasional, serta meningkatkan eksistensi film Indonesia di panggung internasional.x










