TVRINews – Halmahera Utara
Tiga orang tewas setelah memasuki zona terlarang di Halmahera; pemandu terancam sanksi pidana.
Sebuah ekspedisi pendakian di Maluku Utara berakhir tragis setelah Gunung Dukono meletus hebat pada Jumat 8 Mei 2026 pagi.
Tiga orang pendaki, yang terdiri dari dua warga negara Singapura dan satu warga lokal, dilaporkan tewas setelah terjebak dalam zona terlarang saat aktivitas vulkanik meningkat secara drastis.
Erupsi tersebut melontarkan kolom abu setinggi 10 kilometer ke udara. Meskipun lokasi puncak jauh dari pemukiman penduduk, keberadaan para pendaki di radius berbahaya membuat bencana ini tidak terhindarkan.
Pelanggaran Radius Bahaya
Kapolres Halmahera Utara, Erlichson Pasaribu, mengonfirmasi bahwa terdapat 20 pendaki yang berada di lereng gunung saat bencana terjadi. Kelompok tersebut diketahui terdiri dari sembilan warga Singapura dan sebelas warga Indonesia.
Berdasarkan laporan terbaru, 15 pendaki telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, meski beberapa di antaranya mengalami luka ringan.
"Hingga saat ini, 15 pendaki telah turun dengan selamat," ujar Erlichson saat memberikan keterangan di pos pengamatan gunung api, Desa Mamuya.
Namun, proses evakuasi jenazah korban masih terkendala oleh kondisi alam. "Karena erupsi masih berlangsung, situasi dinilai belum aman untuk proses evakuasi. Tim gabungan masih menunggu momentum yang tepat."
Dugaan Kelalaian dan Konten Media Sosial
Pihak berwenang menyayangkan sikap para pendaki yang diduga mengabaikan peringatan keamanan yang telah dipasang sejak Desember lalu.
Pusat Vulkanologi telah menetapkan radius sterilisasi sejauh 4 kilometer dari kawah Malupang Warirang menyusul peningkatan aktivitas seismik.
Erlichson mengungkapkan bahwa imbauan melalui media sosial maupun tanda peringatan di pintu masuk jalur pendakian tampaknya tidak diindahkan.
"Warga lokal sebenarnya sudah memahami risiko dan tidak melakukan pendakian. Sebagian besar pendaki adalah turis asing yang berniat untuk membuat konten," jelasnya kutip AFP
Buntut dari kejadian ini, pemandu dan porter rombongan tersebut kini diamankan di kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Mereka terancam jeratan pidana karena membawa wisatawan ke area yang telah dinyatakan tertutup untuk umum.
Ancaman Hujan Abu di Tobelo
Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa erupsi kali ini disertai dengan dentuman keras dan kolom abu tebal.
Mengingat arah angin yang cenderung menuju utara, pihaknya meminta warga di Kota Tobelo untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan abu vulkanik.
"Paparan abu ini berisiko bagi kesehatan masyarakat dan berpotensi mengganggu jalur transportasi," kata Lana. Saat ini, Gunung Dukono masih berstatus Level II (Waspada).
Indonesia, yang berada di lintasan Pacific Ring of Fire, memiliki hampir 130 gunung berapi aktif.
Tragedi ini menjadi pengingat keras akan pentingnya kepatuhan terhadap protokol keselamatan di wilayah rawan bencana.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa pengawasan di pos-pos pendakian akan diperketat secara signifikan guna mencegah terulangnya insiden serupa.










