TVRINews, Jakarta
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memperkuat layanan bimbingan ibadah bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan aman, tertib, dan sesuai syariat.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan hingga Jumat, 8 Mei 2026, operasional penyelenggaraan ibadah haji memasuki hari ke-18 dan secara umum berjalan lancar.
“Layanan bimbingan ibadah terus kami perkuat agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah secara aman, nyaman, tertib, dan sesuai tuntunan syariat, terutama menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,”ujar Maria dalam keterangan tertulis, Jumat, 8 Mei 2026.
Berdasarkan data operasional hingga Kamis (7/5), sebanyak 286 kelompok terbang (kloter) dengan total 110.848 jemaah serta 1.141 petugas telah diberangkatkan dari Indonesia menuju Arab Saudi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 267 kloter yang membawa 103.731 jemaah dan 1.065 petugas telah tiba di Madinah. Sementara itu, 131 kloter dengan 50.824 jemaah dan 524 petugas sudah berada di Makkah untuk menjalankan umrah wajib sekaligus mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji.
Selain itu, sebanyak 9 kloter dengan 3.459 jemaah dan 36 petugas telah tiba di Jeddah sebagai bagian dari pemberangkatan gelombang kedua.
Maria mengungkapkan, pihaknya masih menemukan sejumlah jemaah gelombang kedua yang belum mengenakan ketentuan ihram secara tepat saat tiba di Bandara King Abdul Aziz International Airport Jeddah.
“Kami mengingatkan jemaah gelombang kedua agar mengenakan pakaian ihram dan sandal sejak dari embarkasi. Pembimbing ibadah kloter juga kami minta aktif membimbing jemaah dalam pelaksanaan niat ihram sebelum tiba di Jeddah,”jelasnya.
Menurut Maria, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus memberikan edukasi terkait aturan ihram, termasuk penggunaan sandal bagi jemaah pria dan larangan memakai masker bagi perempuan saat berihram.
Dalam layanan ibadah, PPIH Daerah Kerja Madinah telah menerima total 32.299 tasreh atau izin masuk Raudhah bagi jemaah Indonesia. Pada 7 Mei 2026, tambahan 888 tasreh kembali diterbitkan.
“Prioritas layanan tasreh diberikan kepada jemaah lansia, disabilitas, dan kelompok rentan agar mereka tetap dapat beribadah dengan aman dan nyaman,”tambahnya.
Dari sisi kesehatan, tercatat sebanyak 17.301 jemaah menjalani rawat jalan, 161 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia, dan 311 jemaah dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Hingga kini, 82 jemaah masih menjalani perawatan.
Kemenhaj juga menyampaikan duka cita atas wafatnya empat jemaah haji pada Kamis, 7 Mei 2026, yakni Misno Iro Karso asal Lampung Timur, ABD Wachid asal Pasuruan, Fajar Puja Sasmita asal Malang, serta Amid Asim asal Bekasi. Dengan demikian, total jemaah wafat hingga saat ini mencapai 16 orang.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga seluruh almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutur Maria.
Menghadapi suhu di Madinah dan Makkah yang berkisar antara 38 hingga 41 derajat Celsius, Kemenhaj mengimbau jemaah menjaga kondisi kesehatan dengan memperbanyak istirahat, memenuhi kebutuhan cairan tubuh, membatasi aktivitas fisik berlebihan, dan segera melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan.
“Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan terus menjadi semangat pelayanan kami dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini,” tandasnya.










