TVRINews, Bali
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengapresiasi penyelenggaraan Denpasar Education Festival (DEF) 2026 sebagai upaya memperkuat pendidikan ramah lingkungan melalui budaya sekolah yang aman, sehat, bersih, dan nyaman.
Festival yang digelar Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga itu mengusung tema “Edugreen: dari Sekolah Sehat Wujudkan Denpasar Bersih”.
Menurut Abdul Mu’ti, tema tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam membangun budaya ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah, di lingkungan pendidikan.
“Temanya sangat tepat karena mengangkat isu pendidikan ramah lingkungan. Ini penting untuk menindaklanjuti kebijakan Presiden tentang membangun budaya ASRI, yaitu Aman, Sehat, Resik, dan Indah,”kata Mu’ti dalam keterangan tertulis, Jumat, 8 Mei 2026.
Ia menilai lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan nyaman memiliki pengaruh besar terhadap motivasi serta prestasi belajar peserta didik. Karena itu, Kemendikdasmen terus mendorong penguatan budaya sekolah yang sehat dan nyaman sebagai bagian dari pembentukan karakter anak.
Mu’ti juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Denpasar dalam membangun kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah berbasis sumber.
Menurutnya, kebiasaan memilah dan mengelola sampah yang diterapkan di sekolah maupun lingkungan masyarakat Denpasar dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
“Kalau ini bisa diterapkan di semua sekolah, saya yakin kita akan memiliki lingkungan yang bersih dan sehat sehingga anak-anak dapat belajar dengan sebaik-baiknya,”jelasnya.
Selain menekankan pentingnya prestasi akademik, Mu’ti menilai pendidikan juga harus membentuk kepedulian sosial dan kesadaran terhadap lingkungan hidup, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan persoalan sosial saat ini.
Sementara itu, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan pihaknya terus memperkuat pendidikan berbasis budaya dan lingkungan melalui kolaborasi seluruh ekosistem pendidikan.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Pemerintah Kota Denpasar juga terus mendorong peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, penguatan kapasitas guru, serta pendidikan karakter berbasis budaya lokal untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Selain itu, gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber terus diperkuat dengan melibatkan guru, siswa, orang tua, dan masyarakat sekolah guna mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, menjelaskan bahwa Denpasar Education Festival 2026 menjadi ruang apresiasi dan kreativitas bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
“Denpasar Education Festival lahir dari semangat menjadikan pendidikan bukan sekadar proses belajar, tetapi juga perayaan kreativitas, prestasi, inovasi, dan budaya,”ujar Wiratama.
Festival yang berlangsung pada 6 hingga 8 Mei 2026 tersebut menghadirkan berbagai kegiatan pendidikan dan budaya, mulai dari pameran pendidikan, pentas seni, ajang kreativitas pelajar, hingga peluncuran Senam Vasudhaiva Kutumbakam.










