TVRINews – Jakarta
LPP TVRI mengadopsi teknologi 5G Broadcast dan optimalisasi jaringan SFN guna menjamin inklusivitas akses siaran bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI tengah mengakselerasi transformasi infrastruktur penyiaran digital nasional demi menjamin aksesibilitas tayangan Piala Dunia mendatang, sebagai bagian dari mandat TVRI dalam menyediakan layanan informasi dan hiburan yang inklusif serta merata bagi publik di seluruh pelosok Nusantara.
Sebagai pemegang hak siar resmi (Official Broadcaster), TVRI memandang turnamen sepak bola bergengsi tersebut bukan sekadar perhelatan olahraga, melainkan instrumen pemersatu bangsa.
Guna mewujudkan hal tersebut, penguatan jaringan teknis menjadi prioritas utama untuk mengatasi kendala geografis yang kerap menjadi hambatan distribusi siaran di Indonesia.
*Inovasi Teknologi dan Efisiensi Frekuensi*
Dalam keterangan resminya, TVRI mengonfirmasi penggunaan strategi Single Frequency Network (SFN).
Implementasi ini dirancang untuk memaksimalkan efisiensi spektrum frekuensi, sehingga cakupan siaran digital dapat menjangkau wilayah yang lebih luas dengan kualitas sinyal yang lebih stabil.
Selain optimalisasi jaringan yang ada, TVRI juga melakukan kolaborasi strategis dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kerja sama ini mencakup penyesuaian parameter teknis dan uji coba teknologi mutakhir yang kini menjadi standar global.
"TVRI terus bekerja agar masyarakat dapat menikmati atmosfer Piala Dunia dengan kualitas siaran yang semakin baik," ujar Direktur Teknik LPP TVRI, Bernardus Satriyo Dharmanto, dalam pernyataan tertulisnya.
Adapun beberapa teknologi futuristik yang tengah diuji coba meliputi:
• 5G Broadcast: Memungkinkan penerimaan siaran langsung pada perangkat seluler tanpa membebani kuota data internet.
• DVB Native IP (DVB-NIP): Integrasi teknologi penyiaran tradisional dengan protokol berbasis internet untuk transmisi yang lebih adaptif.
Edukasi dan Jangkauan Akar Rumput
Sejalan dengan peningkatan infrastruktur, TVRI juga memasifkan kampanye edukasi kepada pemirsa. Upaya ini mencakup sosialisasi teknis mengenai pemindaian ulang (re-scanning) kanal digital serta penggunaan perangkat penerima yang tepat.
Langkah jemput bola dilakukan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan komunitas lokal.
Hal ini bertujuan agar transformasi digital tidak hanya berhenti pada kecanggihan perangkat pemancar, tetapi juga dipahami oleh masyarakat sebagai pengguna akhir.
Dengan kombinasi antara regulasi yang tepat, pemutakhiran teknologi, dan literasi publik, TVRI optimistis dapat menghadirkan pengalaman menonton kelas dunia yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.










