TVRINews, Jakarta
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah deteksi dini berbagai penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian di Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan Menkes saat menghadiri peluncuran program Cek Kesehatan Gratis di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Polri dan kegiatan Bakti Kesehatan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Lemdiklat Polri, Jakarta, Selasa, 23 Juni 2026.
Menurut Budi Gunadi Sadikin, sejumlah penyakit seperti stroke, penyakit jantung, kanker, dan gagal ginjal dapat dicegah apabila masyarakat rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan mengetahui faktor risiko sejak dini.
“Penyakit seperti stroke, jantung, dan ginjal sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Karena itu, program Cek Kesehatan Gratis dari Presiden Prabowo harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Menkes Budi dalam keterangan yang diterima, dikutip, Rabu, 24 Juni 2026.
Ia menjelaskan, terdapat empat indikator kesehatan yang perlu menjadi perhatian masyarakat, yakni tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan obesitas. Keempat faktor tersebut memiliki hubungan erat dengan risiko munculnya berbagai penyakit kronis.
Menkes mengingatkan agar tekanan darah tetap berada di bawah 120/80 mmHg, kadar gula darah tidak melebihi 200 mg/dL, dan kadar kolesterol dijaga di bawah 200 mg/dL. Selain itu, masyarakat juga dianjurkan menjaga berat badan ideal melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik yang teratur.
“Kalau hasil pemeriksaan menunjukkan angka di atas normal, jangan dianggap enteng meskipun merasa sehat. Segera datang ke puskesmas atau fasilitas kesehatan yang sudah dibangun oleh Polri untuk mendapatkan penanganan,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa program Bakti Kesehatan Polri 2026 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia mulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026.
Program tersebut melibatkan sekitar 5.354 tenaga kesehatan dan telah memberikan lebih dari 664 ribu layanan kesehatan kepada masyarakat. Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan umum dan spesialis, operasi katarak, operasi bibir sumbing, donor darah, pemeriksaan laboratorium, skrining stunting, layanan kesehatan ibu dan anak, hingga pelayanan tuberkulosis (TB).
Selain itu, Polri juga meluncurkan Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh yang ditujukan untuk mempermudah akses layanan kesehatan bagi para pekerja melalui jaringan rumah sakit Polri di berbagai daerah.
“Kartu ini diharapkan dapat mempermudah rekan-rekan buruh untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan Polri di seluruh Indonesia,”ungkap Kapolri Listyo.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai program kesehatan bagi buruh menjadi bentuk dukungan nyata yang sangat dibutuhkan pekerja, terutama di tengah tantangan ekonomi global dan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menurutnya, akses layanan kesehatan yang lebih mudah akan membantu menjaga produktivitas dan kesejahteraan pekerja beserta keluarganya.
Peluncuran Cek Kesehatan Gratis di FKTP Polri dan penyelenggaraan Bakti Kesehatan Polri menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah untuk memperluas layanan kesehatan promotif dan preventif, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala guna mencegah penyakit sejak dini.










