TVRINews, Jakarta
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) membuka peluang penempatan tenaga medis Indonesia di Persatuan Emirat Arab (UEA) setelah menerima kunjungan perwakilan Abu Dhabi Civil Defence Authority (ADCDA) di Jakarta, Selasa, 23 Juni 2026.
Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, mengatakan pertemuan dengan Wakil Direktur Sumber Daya Manusia ADCDA, Tariq Mohammed, dan rombongan membahas rencana rekrutmen ratusan tenaga medis Indonesia untuk mendukung layanan medis darurat di Abu Dhabi.
“Kami membahas peluang penempatan tenaga medis Indonesia di Persatuan Emirat Arab (United Arab Emirates/UEA),” kata Christina dalam keterangan tertulis, Rabu, 24 Juni 2026.
Menurutnya, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari proses verifikasi job order yang sebelumnya telah dilakukan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi terkait kebutuhan tenaga kesehatan di institusi tersebut.
Sejumlah posisi yang dibutuhkan antara lain Advance Care Paramedic, Paramedic, dan Emergency Medical Technician (EMT). Tenaga medis yang direkrut nantinya akan bertugas mendukung pelayanan kegawatdaruratan di Abu Dhabi.
Christina menilai peluang kerja sama ini sangat positif karena sejalan dengan upaya pemerintah memperluas penempatan pekerja migran Indonesia pada sektor formal yang membutuhkan tenaga kerja profesional dan berkeahlian khusus.
“Peluang ini sangat strategis karena membuka akses bagi tenaga medis Indonesia untuk berkarier di sektor layanan medis darurat yang membutuhkan kompetensi tinggi dan standar profesional yang kuat,”jelasnya.
Ia menegaskan pemerintah akan memastikan setiap calon pekerja migran yang mengikuti proses seleksi memiliki kompetensi, kualifikasi, dan profesionalisme sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa di UEA.
Sebagai bagian dari proses tersebut, Kementerian P2MI akan mempertemukan pihak ADCDA dengan sejumlah Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) guna mendukung proses rekrutmen dan penempatan tenaga medis yang memenuhi standar internasional.
“Kami ingin memastikan tenaga medis Indonesia yang ditempatkan mampu memenuhi standar dan dapat menunjukkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang kompeten serta berdaya saing global,”ucapnya.
Lebih lanjut, Christina menyebut kerja sama ini berpotensi menjadi langkah awal untuk memperluas akses tenaga profesional Indonesia di sektor kesehatan dan layanan darurat di UEA. Selain membuka peluang kerja yang lebih luas, kerja sama tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dunia internasional terhadap kualitas tenaga kerja Indonesia.
“Selain membuka lapangan kerja yang lebih luas, kerja sama tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas dan pengalaman tenaga medis Indonesia melalui penempatan pada institusi yang memiliki standar layanan internasional,” pungkasnya.
Melalui inisiatif ini, pemerintah berharap semakin banyak tenaga kesehatan Indonesia yang dapat mengembangkan karier di luar negeri sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok tenaga profesional yang kompeten di pasar kerja global.










