TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat gempa susulan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus terjadi hingga hari kesembilan penanganan bencana, Minggu, 23 Agustus 2026.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, hingga Minggu, tercatat sebanyak 5.688 kali gempa susulan setelah gempa utama. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers update penanganan pascagempa bumi NTT, Minggu, 23 Agustus 2026.
"Gempa susulan sampai hari ini, Minggu, 23 Agustus 2026, mencapai 5.688 kali," kata Berton, Minggu, 23 Agustus 2026.
Kemudian, Berton menyebut gempa susulan yang terjadi memiliki magnitudo bervariasi. Gempa susulan terbesar tercatat mencapai magnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1,1. Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 130 kali gempa dirasakan oleh warga pada hari ini.
Menurut BNPB, rangkaian gempa susulan masih menunjukkan pola temporal yang belum sederhana. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan berikutnya. BNPB memperkirakan gempa susulan masih dapat berlangsung sekitar tiga hingga empat minggu sejak gempa utama.
"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada akan gempa susulan yang masih berpotensi terjadi," tuturnya.
Meski demikian, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Bagi warga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan akibat rangkaian gempa sebelumnya, BNPB mengimbau agar dapat kembali ke rumah masing-masing.










