TVRINews, Jakarta
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan, melaporkan luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan mencapai 1.926 hektare.
Hingga hari ini, Minggu, 23 Agustus 2026 tidak terdapat penambahan luas lahan terbakar dibandingkan hari sebelumnya. Berton mengatakan penanganan karhutla dilakukan melalui operasi darat dan udara dengan melibatkan ribuan personel gabungan.
“Operasi satgas darat mengerahkan 11.567 personel yang sudah dikerahkan,” ujar Berton.
BNPB juga telah mendukung operasi darat dengan 7 unit kendaraan operasional, 17 unit peralatan pemadaman, 20 flexible tank, serta 170 set alat pelindung diri (APD) dan perlengkapan personel lainnya.
Sementara itu, lanjutnya operasi udara melibatkan 9 armada, terdiri dari dua unit patroli udara dan tujuh helikopter water bombing. Armada patroli mencakup satu helikopter dan satu pesawat Caravan yang juga difungsikan untuk Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Sumatera Selatan akan didominasi cuaca cerah berawan pada 20–26 Agustus 2026 dengan potensi curah hujan rendah. Kondisi tersebut membuat sebagian besar lapisan permukaan tanah berada pada kategori mudah terbakar.
“Kualitas udara umumnya kategori sedang hingga tidak sehat dengan jarak pandang di bawah 3 kilometer,” kata Berton.
Ia menambahkan, petugas di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari sulitnya akses menuju titik api hingga sumber air yang semakin surut dan jauh dari lokasi kebakaran.
“Sumber-sumber air mulai surut dan semakin jauh dari titik api. Angin di sekitar fire spot juga bertiup kencang sehingga menyulitkan manuver helikopter,” ucapnya.
BNPB sebelumnya telah melaksanakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca pada 5–15 Mei 2026 dan 4–10 Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya penanggulangan karhutla di Sumatera Selatan.










