TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut jika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan saat ini masih terkendali meski menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan, menyatakan jika Satgas Karhutla mengerahkan 9.800 personel yang bekerja selama 24 jam, terutama di wilayah prioritas (ring 1) meliputi Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Barito Kuala.
“Sepanjang 2026, BNPB telah mendukung operasi darat dengan berbagai peralatan, yakni 8 unit pompa, 6 rol selang, 6 unit motor, 3 unit tenda pengungsi, 4 unit tangki air portabel, 20 set alat pelindung diri (APD) Karhutla, 6 unit SCBA, 10 unit hidran, serta 10 kartu perdana paket data,” ucapnya pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Berdasarkan data BNPB, luas lahan yang terbakar di Kalimantan Selatan mencapai 8.620 hektare. Untuk operasi udara, sebanyak 9 pesawat disiagakan, terdiri dari tiga unit patroli udara—termasuk satu helikopter Bell dan satu pesawat Caravan yang juga digunakan untuk Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)—serta empat helikopter water bombing. BNPB juga membuka peluang penambahan satu pesawat patroli dan dua helikopter water bombing.
Namun, operasi TMC belum dapat dilaksanakan karena belum terdapat pertumbuhan awan yang memadai.
Selain personel pemerintah, tujuh perusahaan di Kalimantan Selatan turut memperkuat satgas darat dengan mengirimkan masing-masing 10 personel, disertai dukungan peralatan pemadaman.
Berton menjelaskan, angin kencang dan terbatasnya sumber air menjadi kendala utama karena mempercepat penyebaran api. Upaya yang dilakukan antara lain memaksimalkan operasional mobil tangki air, memanfaatkan hidran sebagai sumber air di Banjarbaru, serta melakukan pembasahan pada lahan yang telah dipadamkan.
“Beberapa titik yang sudah berhasil dipadamkan dan dibasahi kembali memunculkan api beberapa hari kemudian karena sebagian besar berada di lahan gambut,” kata Berton.
Ia menambahkan, operasi modifikasi cuaca dan turunnya hujan menjadi faktor penting untuk membantu memadamkan kebakaran di wilayah tersebut.










