TVRINews, Jakarta
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan langkah optimalisasi pendapatan negara secara terukur dan berkelanjutan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Langkah strategis ini ditempuh guna menopang pembiayaan belanja prioritas, mendukung transformasi, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam dokumen RAPBN 2027, target pendapatan negara diproyeksikan mencapai Rp3.426 triliun, atau tumbuh 6,8 persen dibandingkan dengan outlook APBN 2026 sebesar Rp3.208 triliun.
Plt Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Ferry Ardiyanto menegaskan bahwa optimalisasi penerimaan akan dilaksanakan secara bertahap untuk menjaga stabilitas fiskal.
"Kami akan melakukan optimalisasi pendapatan negara secara bertahap dan berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," jelas Ferry Ardiyanto dalam konferensi pers, Rabu, 19 Agustus 2026.
Penerimaan pajak masih menjadi pilar utama pendapatan negara dalam RAPBN 2027 dengan target mencapai Rp2.591,4 triliun. Angka tersebut diproyeksikan tumbuh 12,1 persen dibandingkan outlook 2026 sebesar Rp2.310,8 triliun.
Guna merealisasikan target perpajakan tersebut, pemerintah menyiapkan serangkaian langkah optimalisasi yang mencakup penegakan hukum, penguatan sistem perpajakan, serta pemberian insentif perpajakan secara terukur demi merangsang iklim usaha.
Ferry menegaskan bahwa seluruh langkah optimalisasi pendapatan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian guna menjamin kesinambungan fiskal jangka panjang.
"Jadi, kita ingin APBN itu sehat, kredibel, dan berkelanjutan," tutur dia.
Pendapatan negara tersebut akan dialokasikan secara terarah untuk menyokong delapan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur serta ketahanan bencana, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga percepatan penanganan kemiskinan.
Pemerintah berkomitmen meningkatkan kualitas belanja negara agar dampak pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
"Seperti disampaikan oleh Bapak Presiden bahwa APBN 2027 didesain tetap ekspansif, secara kolaboratif, terukur, dan terarah untuk mendorong ekonomi yang tumbuh lebih tinggi dan kesejahteraan yang lebih cepat," jelasnya.










