TVRINews, Jakarta
Seniman, Naufal Abshar menyebut kolaborasi lintas latar belakang menjadi salah satu pengalaman paling berkesan selama mengikuti rangkaian kegiatan pameran Art for Peace and a Better Future: Collaboration.
Naufal mengatakan, pengalaman tersebut semakin menarik karena dirinya dapat berkolaborasi dengan para seniman yang memiliki latar belakang dan institusi berbeda. Menurutnya, keberagaman tersebut menciptakan ruang untuk saling belajar sekaligus menghasilkan karya bersama.
"Yang paling berkesan adalah kolaborasi bersama teman-teman seniman yang berbagai beda background dan juga institution. Terus kita bisa berkolaborasi dengan Pak SBY juga," ujar Naufal kepada wartawan termasuk tvrinews.com usai kegiatan Artist Talk di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.
Naufal mengaku melihat langsung antusiasme SBY dalam berkarya menjadi pengalaman tersendiri. Ia juga berkesempatan berkolaborasi dengan seniman internasional dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Selain proses berkarya, Naufal menilai suasana kekeluargaan yang terbangun di antara para seniman menjadi hal menarik lainnya. Menurutnya, kolaborasi membuat para seniman harus mengesampingkan ego dan tidak hanya mengedepankan gaya personal.
"Kita sebagai seniman di SBY Art Community ini mencoba untuk me-remove semua ego kita masing-masing," ucapnya.
Ia mencontohkan hal tersebut dalam pembuatan karya kolaboratif berukuran sekitar tujuh meter. Para seniman yang terlibat tidak memaksakan gaya masing-masing, melainkan berupaya menyatukan karakter dan perspektif ke dalam satu karya.
"Semua seniman itu punya ego masing-masing, tetapi di sini dengan karya kolaborasi yang kita buat, yang tujuh meter itu mencoba untuk menekan semua ego, tidak ada style tersendiri, kita gabung sebagai SBY Art Community," jelasnya.
Bagi Naufal, pengalaman tersebut juga mengajarkannya pentingnya saling menghargai dalam proses berkarya. Ia menyebut kolaborasi membuat dirinya belajar untuk bernegosiasi dengan diri sendiri maupun dengan kondisi di sekitarnya.
Sebagai informasi, pameran Art for Peace and a Better Future: Collaboration merupakan kolaborasi SBY Art Community bersama sejumlah institusi seni, yakni ISI Yogyakarta, ISI Solo, ITB, dan IKJ, serta seniman internasional Christopher Lehmpfuhl. Pameran ini mengangkat tema perdamaian, diplomasi budaya, dan keberlanjutan lingkungan sebagai bentuk kontribusi komunitas seni Indonesia.
Pameran tersebut menampilkan sekitar 150 karya lukisan, termasuk karya Susilo Bambang Yudhoyono, Christopher Lehmpfuhl, para perupa dari berbagai institusi seni di Indonesia, serta seniman cilik Indonesia. Rangkaian pameran juga diisi Artist Talk bertajuk Plein Air Painting as a Medium for Cross-Cultural and Cross-National Artistic Collaboration.










