TVRINews, Jakarta
Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa sarana kedaruratan dan dana operasional bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penanganan bantuan difokuskan pada tiga kawasan prioritas utama, yakni Kabupaten Manggarai Timur, Nagekeo, dan Ende.
Dukungan darurat tersebut mencakup pengiriman enam unit tenda multifungsi berukuran 6 x 12 meter serta alokasi dana operasional awal sebesar Rp100 juta guna memenuhi kebutuhan mendesak warga di lokasi pengungsian.
Ketua Umum PNKT Budisatrio Djiwandono menegaskan komitmen seluruh kader Karang Taruna untuk hadir dan berkontribusi aktif mendampingi warga di lokasi bencana.

“Karang Taruna memiliki jaringan hingga ke daerah dan tumbuh langsung di tengah masyarakat. Ketika terjadi bencana, semangat kesetiakawanan sosial dan gotong royong harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Kita ingin memastikan saudara-saudara kita di NTT merasakan bahwa mereka tidak menghadapi situasi ini sendirian,” kata Budi, Rabu, 19 Agustus 2026.
Proses pendistribusian bantuan telah berjalan sejak Senin, 17 Agustus 2026. Dua unit tenda dikirimkan melalui penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta menuju Bandara Komodo Labuan Bajo, sebelum dilanjutkan melalui jalur darat menuju Kabupaten Manggarai Timur.
Sementara itu, pasokan tenda multifungsi untuk Kabupaten Ende dan Nagekeo disalurkan secara bertahap melalui titik penerbangan Bandara Ende guna mempercepat akses pemanfaatan fasilitas di posko pengungsian.

Budi menambahkan bahwa semangat solidaritas nasional harus diwujudkan melalui kerja nyata di lapangan, khususnya saat masyarakat tertimpa musibah.
“Di tengah suasana kemerdekaan, semangat yang ingin kita hidupkan adalah saling menjaga dan saling menguatkan. Karang Taruna harus selalu hadir di tengah masyarakat, terutama ketika saudara-saudara kita sedang menghadapi bencana,” ujar Budi.
PNKT memastikan bahwa dukungan pemulihan pascabencana tidak berhenti pada penyerahan bantuan tahap awal. Satuan Tugas Tanggap Bencana PNKT terus disiagakan untuk memantau dinamika kebutuhan warga terdampak.
Melalui jaringan kader di tingkat daerah hingga desa, PNKT melanjutkan pendataan dan evaluasi berkala agar penyaluran bantuan lanjutan dapat berjalan secara tepat sasaran sesuai perkembangan kondisi di lapangan.










