TVRINews, Jakarta
Kabar duka datang dari dunia komedi Tanah Air. Komedian senior Topan Srimulat atau Topan Muhammad Sugianto meninggal dunia pada Kamis, 27 Agustus 2026 dalam usia 71 tahun.
Topan mengembuskan napas terakhir di kediamannya di kawasan Griya Ketapang Permai, Sukoraharjo, Kepanjen, Malang, Jawa Timur. Kabar meninggalnya Topan disampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui akun Instagram resminya.
"Innalillahi wa innailaihi rojiun. Turut berduka cita atas berpulangnya Topan Sugianto, seniman Jawa Timur. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah Swt, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi masa duka ini," tulis Pemprov Jawa Timur, dikutip Jumat, 28 Agustus 2026.
Topan dikenal sebagai salah satu pelawak senior yang perjalanan kariernya cukup panjang. Berasal dari Malang, Jawa Timur, ia lahir pada 12 April 1955 dan mengawali kiprahnya dari lingkungan seni pertunjukan tradisional.
Namanya kemudian semakin dikenal masyarakat melalui berbagai panggung komedi dan program televisi. Salah satu yang turut mengangkat popularitasnya adalah Ketoprak Humor, program hiburan yang pernah menjadi tontonan populer di televisi Indonesia.
Dalam perjalanan kariernya, Topan juga dikenal kerap tampil bersama adiknya, Sugeng Winarso atau Leysus. Keduanya menjadi salah satu pasangan pelawak kakak beradik yang cukup dikenal, terutama pada era 1990-an.
Kolaborasi Topan dan Leysus menghadirkan gaya lawakan yang banyak mengambil unsur budaya Jawa dan cerita kehidupan sehari-hari. Keduanya juga tercatat tampil dalam sejumlah program hiburan lain, di antaranya Ronda, Pansus, dan Toples Show.
Topan juga pernah menjadi bagian dari Srimulat, kelompok lawak legendaris yang menjadi tempat berkiprah sejumlah komedian besar Indonesia.
Kiprahnya tersebut membuat Topan menjadi salah satu seniman yang ikut melewati berbagai fase perkembangan komedi Indonesia, dari panggung pertunjukan tradisional hingga industri hiburan televisi.
Di luar dunia lawak, Topan juga memiliki kedekatan dengan kehidupan sepak bola di Malang. Ia sempat terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan sepak bola daerah dan lingkungan pendukung Arema.
Kepergian Topan Srimulat pada usia 71 tahun meninggalkan jejak panjang dalam dunia seni pertunjukan dan komedi Indonesia. Sosoknya dikenang sebagai seniman panggung asal Malang yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di dunia hiburan.










