TVRINews, Nusa Tenggara Timur
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengapresiasi kunjungan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) yang turut memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, JK menyampaikan sejumlah pesan kepada para pengungsi.
"Kami sangat senang sekali menerima kunjungan Bapak Jusuf Kalla di mana beliau berkunjung ke Gor Samador Kabupaten Sikka. Beliau bercengkerama dan berinteraksi langsung dengan para pengungsi dan menyampaikan beberapa pesan," kata Berton dalam konferensi persnya yang disiarkan secara daring, Jumat, 28 Agustus 2026.
Salah satu pesan yang disampaikan JK adalah agar masyarakat tidak terlalu lama berada di pengungsian, khususnya bagi mereka yang rumahnya tidak mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 maupun gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,2 dan gempa susulan lainnya.
JK juga mengimbau masyarakat tidak terlalu khawatir terhadap gempa susulan. Menurutnya, aktivitas gempa susulan mulai mereda dan intensitasnya juga tidak lagi terlalu tinggi.
Selain itu, JK meminta para pengungsi tidak mengkhawatirkan kebutuhan dasar apabila harus kembali ke rumah. Kebutuhan tersebut dapat dikoordinasikan melalui petugas pengungsian, koordinator pengungsi, maupun aparat desa untuk kemudian disalurkan ke rumah masing-masing.
Lebih lanjut, Berton mengatakan JK juga menyoroti kondisi sejumlah lokasi pengungsian yang dinilai kurang kondusif apabila ditempati dalam waktu lama. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi musim kemarau berkepanjangan yang menyebabkan debu dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
Selain itu, kepadatan jumlah pengungsi dalam satu lokasi selama periode yang panjang juga berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit.
Sejalan dengan hal tersebut, BNPB mencatat proses pemulangan pengungsi di Kabupaten Sikka terus berlangsung. Pada tahap kelima, sebanyak 725 orang atau 190 kepala keluarga (KK) telah dipulangkan.
"Jadi mereka, para pengungsi ini sudah pulang karena menganggap rumah mereka layak untuk dihuni karena tidak terdampak secara besar ataupun luas akibat gempa yang terjadi selama ini," ujar Berton.
Menurutnya, proses pemulangan pengungsi di Sikka saat ini telah mencapai sekitar 65 persen. Setiap proses pemulangan dilakukan dengan fasilitasi dari petugas agar masyarakat dapat kembali beraktivitas di rumah masing-masing setelah dinyatakan layak dan aman untuk dihuni.
"Proses pemulangannya juga 65 persen dan setiap mereka pulang kami juga memfasilitasi pemulangan mereka sehingga mereka bisa melakukan kegiatan aktivitas di rumah setelah sampai di rumah tentunya," pungkasnya.










