TVRINews, Aceh Tamiang
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, melalui penguatan kapasitas masyarakat di bidang ekonomi kreatif.
Upaya tersebut dilakukan melalui program Cerita Pulih: Pelatihan Fotografi dan Storytelling yang diikuti 70 fotografer dan videografer lokal di WD Coffee, Karang Baru, Aceh Tamiang.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya mengatakan, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali infrastruktur yang rusak. Menurutnya, pemulihan juga perlu menyentuh aspek semangat, kapasitas, dan kesempatan masyarakat untuk kembali produktif.
"Pemulihan pascabencana tidak hanya tentang membangun kembali apa yang rusak, tetapi juga bagaimana kita membangun kembali semangat, kapasitas, dan kesempatan masyarakat untuk bergerak," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 28 Agustus 2026.
Kemudian, ia menyebut ekonomi kreatif dapat menjadi ruang bagi masyarakat terdampak bencana untuk mengembangkan keterampilan, menghasilkan karya, sekaligus mengolah pengalaman menjadi potensi ekonomi.
"Melalui ekonomi kreatif, masyarakat dapat menjadi bagian dari proses tersebut dengan menghasilkan karya yang merekam perjalanan mereka sekaligus membuka peluang ekonomi baru," katanya.
Program yang digelar melalui Direktorat Penerbitan dan Fotografi Kementerian Ekraf tersebut memberikan pembekalan mengenai fotografi, storytelling, penulisan naratif, hingga peluang monetisasi konten digital.
Direktur Penerbitan dan Fotografi Kementerian Ekraf, Iman Santosa mengatakan, pemulihan pascabencana harus mencakup penguatan produktivitas masyarakat, tidak hanya pembangunan fisik.
"Kami tidak ingin masyarakat hanya menjadi objek dari sebuah cerita. Kami ingin masyarakat menjadi pencerita, pencipta, dan pelaku utama dari proses pemulihan itu sendiri," imbuh Iman.
Menurutnya, fotografi, tulisan, dan storytelling dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk merekam pengalaman mereka selama menghadapi bencana dan proses bangkit kembali. Cerita mengenai bagaimana masyarakat bertahan dan membangun kembali kehidupan tersebut kemudian dapat diolah menjadi karya yang memiliki nilai sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif di daerah terdampak.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi dari Nurul Fauziah dan Ferdy Siregar. Materi mencakup pengembangan kemampuan fotografi dan storytelling, keterampilan menulis, serta pemahaman mengenai komersialisasi karya melalui platform fotografi stok, media sosial, dan kanal digital lainnya.
Peserta juga mengikuti praktik fotografi secara langsung dengan dukungan Xiaomi Indonesia yang menyediakan telepon genggam sebagai alat praktik.
Sebagai bagian dari output program, karya foto yang dihasilkan peserta akan dihimpun menjadi sebuah buku dokumentasi. Buku tersebut akan menjadi arsip visual yang merekam proses rehabilitasi dan rekonstruksi ekonomi kreatif pascabencana di Aceh Tamiang.
Program Cerita Pulih sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Padang Pariaman pada 20 Agustus 2026. Selanjutnya, kegiatan serupa dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Tapanuli Selatan pada 17 September 2026.
Melalui rangkaian program tersebut, Kementerian Ekraf berupaya mendorong pemulihan pascabencana yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan kreativitas, kapasitas, dan peluang ekonomi masyarakat terdampak.










