TVRINews, Jakarta
Indonesia dan Filipina memperkuat kerja sama di bidang ekonomi kreatif dengan mendorong kolaborasi talenta kedua negara. Kerja sama tersebut diharapkan dapat melahirkan berbagai karya dan inisiatif kreatif baru yang memberikan manfaat bagi kedua negara.
Hal itu dibahas Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Filipina untuk Indonesia, Christopher B. Montero. Riefky mengatakan, Indonesia dan Filipina memiliki banyak kesamaan sekaligus potensi yang dapat saling melengkapi dalam pengembangan ekonomi kreatif.

"Kami sangat mengapresiasi kepemimpinan Filipina dalam ASEAN tahun ini serta berbagai inisiatif untuk memperkuat ekonomi kreatif di kawasan. Sebagai sesama negara Asia Tenggara, kita memiliki banyak kesamaan dan potensi untuk saling melengkapi," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 28 Agustus 2026.
Menurutnya, capaian Filipina di industri kreatif serta keberadaan talenta-talenta kreatif yang telah dikenal secara global membuka peluang besar untuk mempertemukan talenta Indonesia dan Filipina.
Riefky berharap kolaborasi tersebut tidak hanya memperkuat hubungan kedua negara, tetapi juga menghasilkan berbagai inovasi baru di sektor ekonomi kreatif.
"Kita dapat memperkuat kolaborasi talenta Indonesia dan Filipina untuk menciptakan sesuatu yang baru dan memberikan manfaat bagi kedua negara," katanya.
Sementara itu, Dubes Filipina Christopher B. Montero menyampaikan ketertarikan untuk mempelajari perkembangan ekonomi kreatif Indonesia, termasuk kelembagaan Kementerian Ekonomi Kreatif sebagai institusi yang secara khusus menangani sektor tersebut.
Montero menilai Indonesia dan Filipina memiliki peluang besar untuk memperluas kerja sama, terlebih kedua negara telah memiliki Memorandum of Understanding (MoU) di bidang ekonomi kreatif.
"Kami berharap dapat mengidentifikasi lebih banyak peluang kolaborasi dan mengembangkan kerja sama konkret untuk bersama-sama memajukan ekonomi kreatif kedua negara," ungkap Montero.
Kerja sama Indonesia dan Filipina di bidang ekonomi kreatif sebelumnya telah diwujudkan melalui sejumlah inisiatif. Salah satunya kolaborasi Batik-Barong yang memadukan pakaian Barong Filipina dengan teknik dan motif batik tradisional Indonesia.
Kolaborasi lintas batas di subsektor kriya dan fesyen tersebut diluncurkan pada Maret 2026 di sela-sela ASEAN-UK Creative Symposium di Manila. Selain kerja sama bilateral, kedua negara juga mendorong penguatan ekonomi kreatif di tingkat ASEAN. Indonesia mendukung inisiatif Filipina sebagai Ketua ASEAN 2026 untuk membentuk ASEAN Center of Excellence for Creative Industries (ACE-CI) yang akan bermarkas di Manila.
Dalam pertemuan tersebut, Riefky juga mengundang Dubes Montero beserta delegasi Filipina untuk menghadiri World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang akan berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Filipina berkomitmen mendorong kehadiran delegasi tingkat tinggi dalam forum tersebut. Kedua pihak juga membahas peluang keterlibatan talenta dan pelaku kreatif Filipina, termasuk pertukaran promosi serta pop-up exhibition produk kreatif di kedua negara.
Tak hanya memperkuat kolaborasi melalui WCCE 2026, Indonesia juga membuka peluang bagi Filipina untuk menjadi tuan rumah WCCE 2028. Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah untuk memperluas kolaborasi Indonesia-Filipina sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di kawasan ASEAN.










