TVRINews, Jakarta
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta seluruh jajaran Kementerian Sosial menghadirkan capaian nyata di ruang publik pada 20 Oktober untuk mendukung dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Hal tersebut menjadi salah satu dari tiga arahan utama yang disampaikan Gus Ipul saat memimpin rapat pimpinan yang diikuti kepala sentra, kepala balai, dan kepala Sekolah Rakyat seluruh Indonesia secara daring via Zoom.
“20 Oktober seluruh unit kerja harus hadir di ruang publik dengan capaian nyata,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya dikutip, Selasa 20 Oktober 2026.
Gus Ipul meminta seluruh unit memperkuat koordinasi dan bekerja secara terintegrasi dalam menyampaikan hasil kerja Kemensos. Untuk mendukung publikasi tersebut, setiap unit diminta menyerahkan rekapitulasi kinerja yang nantinya dikemas melalui teks rilis dan video bernarasi sederhana, faktual, serta dekat dengan masyarakat.
Selain publikasi capaian kinerja, arahan kedua Gus Ipul berkaitan dengan persiapan peresmian gedung permanen Sekolah Rakyat. Ia menegaskan agenda tersebut merupakan etalase kerja Kemensos sehingga seluruh persiapan harus dilakukan secara matang.
“Ini adalah etalase kerja Kemensos, dan PR-nya masih banyak, tetapi kepercayaan ini harus dipelihara, dijaga, dan ditingkatkan,” katanya.
Gus Ipul menjelaskan program Sekolah Rakyat mencakup tiga fungsi utama yang memerlukan keterlibatan lintas unit, mulai dari pendataan, penjangkauan, hingga pendampingan siswa dan orang tua.
“Karena di dalam Sekolah Rakyat itu ada tiga fungsi, yaitu fungsi edukasi, fungsi rehabilitasi, dan fungsi pemberdayaan,” katanya.
Ia juga meminta kepala sekolah proaktif melaporkan kondisi siswa yang membutuhkan penanganan khusus agar segera ditindaklanjuti oleh sentra-sentra Kemensos.
“Jangan sampai kita terlambat mengetahui keadaan siswa di sana. Lebih-lebih kalau kita dengarnya malah dari medsos,” ujarnya.
Gus Ipul juga mengingatkan para kepala sekolah agar tak ragu melaporkan perilaku tenaga pendidik maupun kependidikan yang berpotensi membahayakan siswa guna melakukan mitigasi dan mencegah kekerasan.
Pada arahan ketiga, Gus Ipul meminta jajarannya memanfaatkan sisa tahun anggaran untuk menuntaskan target kinerja 2026 sekaligus mempersiapkan pelaksanaan program tahun 2027. Konsolidasi dan pemantauan penyerapan anggaran perlu dilakukan secara berkala.
“Akhir tahun, target tercapai, anggaran terserap,” katanya.
Gus Ipul meminta seluruh unit kerja menghilangkan ego sektoral dan bekerja proaktif. Ia juga menekankan agar percepatan pekerjaan serta proses pengadaan tetap mematuhi aturan dan prosedur yang berlaku.
“Menteri itu tidak perlu disenang-senangkan. Yang perlu itu adalah prestasi,” tegasnya menutup rapat.










