TVRINews, Jakarta
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang kawasan Gunung Arjuno-Welirang hingga kini belum berhasil dipadamkan. Kobaran api justru terus merembet hingga mendekati wilayah perbatasan Kabupaten Malang.
Kepala UPT Tahura R. Soerjo, Agustiningtyas Marini, mengonfirmasi bahwa sebaran titik api saat ini mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan hari sebelumnya.
“Kobaran api masih belum bisa dikendalikan dan justru kian meluas dari area Gunung Arjuno hingga menembus batas wilayah Malang,” ujar Agustiningtyas dalam keterangannya, Selasa, 20 Oktober 2026.
Berdasarkan hasil pemantauan, tercatat sebanyak 140 titik api tersebar di beberapa zona. Di sektor barat, si jago merah membakar kawasan Gunung Ringgit hingga mendekati wilayah Kelurahan Ledug dan Pecalukan di Kecamatan Prigen. Sementara di lereng timur Gunung Arjuno, pergerakan api terdeteksi mulai dari Sepilar hingga Petung Ombo di Dusun Gunung Malang, Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi.
Agustiningtyas menambahkan bahwa kobaran api juga telah memasuki area administratif Kabupaten Malang.
“Pergerakan api saat ini sudah menjangkau Blok Lincing serta kawasan Toyomarto yang masuk dalam wilayah Kabupaten Malang,” terangnya.
Guna menanggulangi kebakaran tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Polisi Hutan (Polhut), Manggala Agni, serta ratusan relawan dari Desa Ledug, Dayurejo, Jatiarjo, dan Tambaksari terus berjibaku memadamkan api melalui jalur darat.
Ia juga menyampaikan bahwa pemadaman udara (water bombing) belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.
“Sampai saat ini armada helikopter untuk water bombing belum tersedia di lokasi,” tambah Agustiningtyas.
Kebakaran yang mulai melanda sejak Kamis (15/10) ini dinilai jauh lebih masif dibandingkan insiden serupa pada rentang Agustus hingga September 2026 lalu. Adapun total luas lahan terdampak belum dapat dipastikan lantaran proses pemadaman masih berlangsung di titik-titik rawan.










