TVRINews, Jakarta
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengerahkan 1.000 personel untuk membantu mengatur lalu lintas di sejumlah titik di Jakarta pada Selasa, 20 Oktober 2026. Pengerahan petugas dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama aksi penyampaian pendapat berlangsung.
Aksi yang dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung di sejumlah kawasan, yakni Monas, Tugu Tani, DPR/MPR, UKI Cawang, Bundaran Senayan, dan Rawamangun.
Sebanyak 1.000 personel Dishub disebar ke empat wilayah administrasi Jakarta. Rinciannya, 300 personel bertugas di Jakarta Barat, 150 personel di Jakarta Selatan, 400 personel di Jakarta Timur, dan 150 personel di Jakarta Pusat.
Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, pengerahan personel tersebut bertujuan menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus mengantisipasi kepadatan kendaraan akibat aksi penyampaian pendapat.
“Sebanyak 1.000 petugas Dishub disiagakan di sejumlah titik untuk membantu pengaturan lalu lintas, sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan dan dampak kepadatan lalin akibat aksi tersebut dapat diminimalkan,”kata Budi dalam keterangan yang diterima tvrinews melalui rilis Pemprov DKI, Selasa, 20 Oktober 2026.
Dishub DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk menghindari lokasi aksi apabila tidak memiliki kepentingan di kawasan tersebut. Pengguna jalan juga disarankan memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan sesuai arah perjalanan.
Alternatif Rute di Kawasan Monas dan Tugu Tani
Di kawasan Monas dan Tugu Tani, terdapat enam jalur alternatif yang dapat digunakan pengendara untuk menghindari kepadatan lalu lintas.
1. Dari Harmoni menuju Monas atau Stasiun Gambir: Jalan Ir. H. Juanda–Jalan Pos–Jalan Gedung Kesenian–Jalan Lapangan Banteng Utara–Jalan Lapangan Banteng Barat–Jalan Taman Pejambon–Jalan Pejambon–Jalan Medan Merdeka Timur dan seterusnya.
2. Dari Harmoni menuju Kemayoran atau Pulogadung: Jalan Ir. H. Juanda–Jalan Pos–Jalan Dr. Sutomo–Jalan Gunung Sahari–Jalan Angkasa dan seterusnya.
3. Dari Tanah Abang menuju Harmoni: Jalan Jatibaru Raya–Jalan Abdul Muis–Jalan Majapahit dan seterusnya.
4. Dari Tanah Abang menuju Kemayoran atau Pulogadung: Jalan Jatibaru Raya–Jalan Abdul Muis–Jalan Majapahit–Jalan Ir. H. Juanda–Jalan Pos–Jalan Dr. Sutomo–Jalan Gunung Sahari–Jalan Angkasa dan seterusnya.
5. Dari Senen menuju Harmoni: Jalan Gunung Sahari–Jalan Budi Utomo–Jalan Lapangan Banteng Utara–Jalan Katedral–Jalan Veteran dan seterusnya.
6. Dari Senen menuju Tanah Abang: Jalan Gunung Sahari–Jalan Budi Utomo–Jalan Lapangan Banteng Utara–Jalan Katedral–Jalan Veteran–Jalan Suryopranoto–Jalan Balikpapan–Jalan Cideng Timur dan seterusnya.
Alternatif Rute di Kawasan DPR/MPR dan Bundaran Senayan
Pengendara yang melintasi kawasan DPR/MPR dan Bundaran Senayan juga dapat menggunakan tiga jalur alternatif berikut.
1. Dari Cawang menuju Slipi atau Tomang: Jalan MT Haryono–Jalan Gatot Subroto–Jalan Gerbang Pemuda–Jalan Patal Senayan–Jalan Patal Senayan I–Jalan Permata Hijau–Jalan Tentara Pelajar–Jalan S. Parman dan seterusnya.
2. Dari Blok M menuju Slipi atau Tomang: Jalan Kyai Maja–Jalan Kebayoran Baru–Jalan Sultan Iskandar Muda–putar balik di depan Gandaria City–Jalan Sultan Iskandar Muda–Jalan Teuku Nyak Arief–Jalan Tentara Pelajar–Jalan S. Parman dan seterusnya.
3. Dari Blok M menuju Harmoni: Jalan Trunojoyo–Jalan Gunawarman–Jalan Senopati–Jalan Suryo–Jalan Wolter Monginsidi–Jalan Kapten Tendean–Jalan Terusan H.R. Rasuna Said–Jalan Gatot Subroto–Simpang Susun Semanggi–Jalan Jenderal Sudirman–Jalan K.H. Mas Mansyur–Jalan Cideng Barat–Jalan Balikpapan–Jalan Suryopranoto dan seterusnya.
Alternatif Rute di Kawasan UKI Cawang
Untuk menghindari kepadatan di sekitar UKI Cawang, Dishub DKI Jakarta menyiapkan lima jalur alternatif berdasarkan arah perjalanan pengendara.
1. Dari Kramat Jati menuju Tanjung Priok: Jalan Raya Bogor–Jalan Dewi Sartika–Jalan MT Haryono–Jalan DI Panjaitan dan seterusnya.
2. Dari Kramat Jati menuju Pancoran: Jalan Raya Bogor–Jalan Dewi Sartika–Jalan MT Haryono dan seterusnya.
3. Dari Tanjung Priok menuju Kramat Jati: Jalan DI Panjaitan–Jalan Mayjen Sutoyo sisi timur dan seterusnya.
4. Dari pintu keluar Tol Jagorawi di Jalan Mayjen Sutoyo menuju Pancoran: Jalan Mayjen Sutoyo–Jalan Dewi Sartika–Jalan MT Haryono dan seterusnya.
5. Dari Kramat Jati menuju Halim: Jalan Raya Bogor–Jalan Cililitan Besar–Jalan Komodor Halim Perdanakusuma dan seterusnya.
Alternatif Rute di Kawasan Rawamangun
Sementara itu, dua jalur alternatif disiapkan untuk pengendara yang melintasi kawasan Rawamangun.
1. Dari Pramuka menuju Rawamangun: Jalan Pramuka–Jalan Pramuka Sari I–Jalan Rawasari Selatan–Jalan H. Ten Raya–Jalan Bangunan Barat–Jalan Kayu Jati Raya–Jalan Pemuda dan seterusnya.
2. Dari Rawamangun menuju Pramuka: Jalan Velodrome–Jalan Bangunan Timur–Jalan Bangunan Barat–Jalan H. Ten Raya–Jalan Rawasari Selatan–Jalan Pramuka Sari I–Jalan Pramuka–berputar di Simpang Pramuka I–Jalan Pramuka dan seterusnya.
Budi menambahkan, layanan operasional angkutan umum, meliputi Transjakarta, MRT, dan LRT, tetap berjalan normal. Namun, apabila terjadi pengalihan arus lalu lintas, layanan Transjakarta akan menyesuaikan dengan kondisi dan pengaturan lalu lintas selama aksi penyampaian pendapat berlangsung.
“Diimbau kepada seluruh pengguna jalan termasuk pengguna Kereta Api jarak jauh yang akan naik-turun di Stasiun Gambir, untuk menyesuaikan waktu dan rute perjalanan, menghindari ruas jalan yang sedang dilakukan pengaturan apabila tidak berkepentingan, serta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan,” tandasnya.
Dishub DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal, memperhatikan kondisi lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan agar perjalanan tetap aman dan lancar.










