TVRINews, Jayapura
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun anggaran 2026 membawa perubahan pada kondisi sejumlah sekolah di Kota Jayapura, Papua. Salah satunya SMA Negeri 2 Kota Jayapura yang kini tengah membangun gedung baru dengan anggaran lebih dari Rp2 miliar.
Pembangunan tersebut dilakukan untuk memperbaiki kondisi bangunan sekolah yang telah berusia sekitar 40 tahun. Melalui program revitalisasi, sekolah yang berada di kawasan dengan pemandangan Samudra Pasifik itu memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMAN 2 Jayapura, Lea Ansanay, menjelaskan bahwa bantuan revitalisasi awalnya direncanakan untuk merehabilitasi tujuh ruang kelas. Namun, setelah dilakukan perhitungan ulang, anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk pekerjaan yang lebih luas.

Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan tiga ruang kelas baru, rehabilitasi empat ruang kelas, serta pembangunan lantai dua untuk tiga ruang kelas.
“Kami keluarga besar SMA Negeri 2 Jayapura mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, Bapak Menteri beserta jajaran, serta Pemerintah Provinsi Papua dan Kota Jayapura. Semoga hasil pembangunan ini menjadi kesempatan berharga bagi seluruh warga sekolah untuk meningkatkan fasilitas dan mutu pendidikan,”ujar Lea dalam keterangan yang diterima tvrinews, Selasa, 20 Oktober 2026.
Pelaksanaan pembangunan melalui skema swakelola juga memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. Lea menyebutkan, sebagian besar pekerja yang terlibat merupakan putra asli Papua. Bahkan, seorang pekerja penyandang disabilitas tunawicara turut berpartisipasi dalam pembangunan sekolah tersebut.
Perubahan serupa dirasakan SMP YPK Sion Dok VIII Jayapura. Sejak berdiri pada 31 Oktober 1991, sekolah tersebut akhirnya memperoleh bantuan revitalisasi pada 2026 dengan anggaran lebih dari Rp1,1 miliar.
Kepala SMP YPK Sion Dok VIII Jayapura, Sonya Rumanasen, mengatakan seluruh pekerjaan revitalisasi telah rampung 100 persen. Pengerjaan berlangsung selama empat bulan, mulai Mei hingga Agustus 2026.
Melalui skema swakelola, perbaikan mencakup ruang administrasi atau ruang guru, ruang kepala sekolah, laboratorium IPA, dan satu ruang kelas. Namun, setelah dilakukan optimalisasi selama pengerjaan, jumlah ruang kelas yang diperbaiki bertambah dari satu menjadi empat ruang kelas.
”Perubahan sekolah kami juga mendapat respons positif dari masyarakat dan jemaat gereja. Bangunan yang kini lebih tertata kami harap dapat meningkatkan kepercayaan sekaligus mendorong semakin banyak orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya di sini,”ungkap Sonya.
Revitalisasi Tingkatkan Kenyamanan Belajar
Perbaikan fasilitas sekolah turut dirasakan langsung oleh para murid. Roby Aikarem May, murid kelas IX SMP YPK Sion Dok VIII Jayapura, menceritakan kondisi sekolahnya sebelum mendapatkan bantuan revitalisasi.
Saat itu, sejumlah plafon mengalami kerusakan, atap seng bocor sehingga air hujan masuk ke dalam ruangan, serta banyak meja dan kursi yang sudah tidak layak digunakan.
Setelah proses revitalisasi selesai, kondisi sekolah menjadi lebih baik. Plafon yang rusak telah diperbaiki dan diganti, sementara keramik sekolah juga diperbarui. Perubahan tersebut membuat ruang kelas lebih nyaman untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Roby berharap seluruh warga sekolah dapat menjaga fasilitas yang telah diperbaiki agar manfaatnya bisa dirasakan bersama.
“Saya berharap adik-adik yang nanti bersekolah di sini tidak mencoret-coret tembok atau merusak barang-barang yang sudah diberikan. Mari kita jaga dan gunakan bersama supaya semua bisa menikmati fasilitas ini,” kata Roby.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti atas bantuan yang diberikan kepada sekolahnya.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Abdul Mu’ti atas bantuan revitalisasi yang diberikan. Sekarang sekolah kami menjadi lebih bagus dan tidak rusak seperti dahulu. Kami bisa belajar dengan lebih nyaman, lebih bersemangat, dan betah di sekolah,” ucapnya.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan, pemerintah terus berupaya menyediakan lingkungan belajar yang layak dan aman bagi seluruh murid melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
”Saya melihat revitalisasi di Jayapura berjalan dengan baik, beberapa di antaranya bahkan sudah menyelesaikan pembangunan. Perbaikan sarana dan prasarana sekolah ini kami harapkan tidak hanya memperkuat kualitas layanan pendidikan, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar, rasa percaya diri, serta harapan akan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Papua,” ujar Mu’ti.
Ratusan Sekolah di Papua Ikuti Program Revitalisasi
Secara keseluruhan, sebanyak 214 satuan pendidikan di Provinsi Papua telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk pelaksanaan revitalisasi pada 2026. Total anggaran yang dialokasikan mencapai lebih dari Rp208 miliar.
Hingga Oktober 2026, sebanyak 36 satuan pendidikan yang terdiri atas 13 PAUD dan 23 SMP telah menyelesaikan pembangunan dengan progres 100 persen. Pelaksanaan program tersebut juga melibatkan 2.821 pekerja lokal.
Sementara itu, di Kota Jayapura, sebanyak 47 satuan pendidikan telah menandatangani PKS revitalisasi dengan total anggaran lebih dari Rp41 miliar.
Dari jumlah tersebut, delapan sekolah yang terdiri atas lima PAUD dan tiga SMP telah menyelesaikan pembangunan sepenuhnya. Program revitalisasi di Kota Jayapura juga telah melibatkan 535 pekerja lokal.
Melalui program ini, pemerintah berharap perbaikan fasilitas pendidikan dapat meningkatkan kenyamanan belajar sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat dalam pembangunan sekolah, termasuk bagi warga lokal di Papua.










