TVRINews, Nusa Tenggara Barat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), berupaya mengembangkan program zakat berbasis potensi unggulan daerah. Sejumlah sektor yang menjadi perhatian meliputi pertanian, peternakan, dan kerajinan lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pengembangan program tersebut diharapkan dapat mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendistribusian dan pendayagunaan zakat, sekaligus mengubah status mustahik atau penerima zakat menjadi muzaki atau orang yang menunaikan zakat.
Pertemuan BAZNAS RI dan Pemkab Bima juga membahas sinergi pelaksanaan 13 program prioritas BAZNAS RI di Kabupaten Bima. Program tersebut mencakup bantuan Rumah Layak Huni (RLH), pengadaan ambulans, serta penyediaan sarana air bersih untuk mengatasi persoalan kekeringan.
Pimpinan Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi BAZNAS RI sekaligus Pembina Wilayah Provinsi NTB, H. Syarifuddin, mengatakan Kabupaten Bima perlu mengembangkan program zakat inovatif yang memiliki karakteristik sesuai dengan potensi daerah.
Menurutnya, penggalian potensi lokal penting agar program pendistribusian dan pendayagunaan zakat lebih tepat sasaran serta memiliki keunikan dibandingkan program BAZNAS di daerah lain.
“Temen-temen BAZNAS Bima bisa meng-create program yang inovatif yang menjadi diferensiasi dari Baznas Bima yg berbeda dgn Kabupaten yang lain,”ujar Syarifuddin dalam keterangan yang diterima tvrinews, Selasa, 20 Oktober 2026.
Ia mencontohkan keberhasilan program pemberdayaan mustahik di sektor pertanian, seperti petani padi di Kalimantan Selatan dan petani jagung di Lombok Timur. Program tersebut dinilai mampu mendorong perubahan status penerima zakat menjadi muzaki.
Keberhasilan itu diharapkan dapat menjadi referensi bagi Kabupaten Bima dalam merancang program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat sesuai dengan keunggulan daerah.
Syarifuddin menambahkan, pengembangan program inovatif di daerah tetap perlu diselaraskan dengan 13 program prioritas BAZNAS RI yang tercantum dalam Rencana Strategis (Renstra). Selain itu, program juga perlu mengacu pada prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bima agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Bima Ady Mahyudi menyambut positif arahan BAZNAS RI mengenai pengembangan program zakat berbasis potensi lokal. Ia menyatakan Pemkab Bima siap menggali dan mengembangkan berbagai keunggulan daerah untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ady menyebut kerajinan kain tenun, peternakan, dan pertanian sebagai sejumlah sektor yang berpotensi dikembangkan. Komoditas unggulan seperti bawang, jagung, dan sapi dinilai dapat menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat melalui zakat.
Melalui sinergi tersebut, pengembangan zakat di Kabupaten Bima diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik sehingga mereka berpeluang menjadi muzaki.










