TVRINews, Jakarta
Dukungan logistik untuk penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus disalurkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total 1.880 ton logistik telah dikirim dari Jakarta melalui jalur udara menuju wilayah terdampak.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.264 ton logistik dikirim melalui Bandara Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo, sedangkan 616 ton lainnya dikirim menuju Maumere.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, mengatakan dukungan logistik tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak gempa di sejumlah wilayah NTT.
“Untuk logistik yang sudah dikirimkan dari Halim Perdanakusuma, totalnya mencapai 1.880 ton. Sebanyak 1.264 ton dikirim ke Labuan Bajo dan 616 ton dikirim ke Maumere,” kata Berton dalam keterangan yang diterima tvrinews, Jumat, 4 September 2026.
Selain distribusi logistik, BNPB bersama pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait juga terus melakukan pendataan kebutuhan masyarakat serta pemeriksaan fasilitas publik yang terdampak gempa.
Berton mengatakan, bantuan dan logistik yang telah tiba selanjutnya didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
BNPB juga menyiapkan mekanisme baru untuk penerimaan bantuan logistik dari Jakarta. Mulai Senin, 7 September 2026, penerimaan bantuan nasional untuk penanganan gempa NTT akan dialihkan dari Halim Perdanakusuma ke Jatiasih, Bekasi.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran pengelolaan dan distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT.










