TVRINews, Jakarta
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menuturkan jika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat telah berdampak pada penurunan kualitas udara dan jarak pandang di sejumlah daerah.
Berton menjelaskan, hasil pemantauan selama 24 jam terakhir melalui satelit NASA NOAA-20, NASA SNPP, serta Terra Aqua mencatat 273 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, 2.420 hotspot berkepercayaan menengah, dan 81 hotspot berkepercayaan rendah.
Selain itu, luas indikatif lahan yang terbakar di Kalimantan Barat hingga 19 Agustus 2026 mencapai 38.310 hektare.
“Kualitas udara berdasarkan BMKG umumnya berada pada kategori tidak sehat, dengan jarak pandang di bawah 1 kilometer di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Ketapang akibat kabut asap,” ujar Berton.
BNPB menyebut kondisi tersebut terus dipantau bersama instansi terkait sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Barat.










