TVRINews, Jakarta
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan adanya sejumlah rencana pengadaan barang yang dinilai tidak sesuai kebutuhan saat dirinya mulai menjabat. Pengadaan tersebut antara lain berupa kaus kaki, perlengkapan lainnya, hingga layar LED senilai Rp535,3 miliar.
"Kemudian yang rame adalah pengadaan yang tidak jelas. Kaos kaki diadakan, spray lah, inilah, itulah, tidak masuk akal semua," kata Sudaryono, Kamis, 29 Oktober 2026.
"Begitu kami masuk, ternyata ada pengadaan yang mau di-goalkan, yaitu pengadaan LED sebesar Rp535,3 miliar," lanjutnya.
Sudaryono mengatakan, dirinya bersama jajaran pimpinan BGN telah memutuskan untuk membatalkan pengadaan yang dianggap tidak perlu. Namun, ia mengaku instruksi tersebut tidak segera dilaksanakan.
"Begitu datang, hari kedua, saya dengan Bu Waka, Pak Waka, dan semua eselon satu kami, kami putuskan batalkan. Sudah diperintah batalkan saja Bapak-Ibu semua. Itu ya orang-orang di bawah ini, kita ini kan maunya diperintah langsung dikerjakan. Tidak, ini ditahan-tahan," ungkapnya.
Sudaryono menuturkan, pihaknya kemudian mengambil tindakan tegas terhadap pegawai yang dinilai tidak menjalankan instruksi tersebut. Sejumlah pegawai diberhentikan, sementara pergantian personel dilakukan di berbagai tingkatan
Ia menambahkan, pembenahan tidak hanya menyasar pejabat struktural, tetapi juga tenaga pendukung, mulai dari petugas keamanan, resepsionis, hingga petugas kebersihan.
"Akhirnya, mohon maaf ya, pegawai itu kami pecat, kemudian kami keluarkan semua. Jadi begitu kami masuk, itu kemudian dari mulai satpam, dari mulai resepsionis, dari mulai tukang bersih-bersih, lap meja, bersihin toilet, semua kami ganti," ujarnya.
Menurut Sudaryono, pergantian juga dilakukan terhadap sejumlah pejabat eselon II yang dinilai tidak memenuhi standar yang diharapkan. Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membenahi tata kelola internal BGN, termasuk menghentikan pengadaan yang dianggap tidak tepat.
"Sampai dengan eselon dua dan lain-lain itu yang tidak benar-benar itu semua, kemudian kami ganti semua. Jadi pengadaan-pengadaan yang tidak benar itu kemudian kami hentikan," pungkasnya.










