TVRINews, Jakarta
Indonesia dan Timor-Leste menjajaki penguatan kerja sama pendidikan tinggi melalui penelitian bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta peningkatan kapasitas perguruan tinggi. Di mana, saat ini tercatat lebih dari 5.700 mahasiswa Timor-Leste tercatat menempuh pendidikan tinggi di Indonesia.
Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan dengan Wakil Perdana Menteri (Waperdam) Timor-Leste Mariano Assanami Sabino Lopes di kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas pengembangan sumber daya manusia (SDM), kolaborasi penelitian, pertukaran mahasiswa, serta penguatan institusi pendidikan tinggi untuk mendukung kebutuhan pembangunan di masing-masing negara.
Wamendiktisaintek Fauzan menegaskan, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembangunan bangsa. Karena itu, kontribusi kampus perlu dilihat tidak hanya dari pencapaian akademik, tetapi juga dari manfaat ilmu pengetahuan yang dihasilkan bagi masyarakat.
“Posisi kampus tidak bisa dilihat secara parsial dalam konteks pembangunan satu negara, tetapi kampus menjadi bagian tak terpisahkan dari kualitas pembangunan bangsa,” kata Fauzan dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Tak hanya itu, ia juga mendorong perguruan tinggi agar menghasilkan penelitian yang mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat. Menurutnya, riset tidak semestinya berhenti pada publikasi ilmiah atau sekadar memenuhi persyaratan kenaikan jabatan akademik.
“Riset pun adalah riset yang harus berdampak. Jangan hanya berhenti sampai dengan jurnal. Jangan hanya riset yang ingin digunakan untuk meningkatkan kepangkatan, tetapi riset yang dapat memberikan kontribusi riil terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Salah satu peluang kolaborasi yang dibahas adalah penelitian di bidang kesehatan, perikanan, dan keanekaragaman hayati. Penelitian tersebut dapat mencakup kajian penyakit, pengelolaan sumber daya perairan, serta identifikasi dan pengembangan potensi spesies lokal yang relevan bagi kedua negara.
Selain penelitian, kerja sama Indonesia dan Timor-Leste juga mencakup kemitraan ant universitas melalui skema University to University (U2U), pertukaran dosen dan mahasiswa, serta program beasiswa. Berbagai bentuk kolaborasi tersebut menjadi sarana untuk memperkuat kapasitas akademik dan meningkatkan kualitas SDM Timor-Leste.
Waperdam Mariano Assanami Sabino Lopes menyampaikan bahwa hubungan persaudaraan, kedekatan budaya, dan kesamaan bahasa menjadi faktor yang mendukung kerja sama pendidikan dengan Indonesia.
“Kita berharap bahwa untuk masuk standarnya sama, kita lebih fokus kerja sama lebih banyak dengan Indonesia karena masalah kultur, masalah persaudaraan, dan juga masalah bahasa yang lebih mudah untuk bisa komunikasi. Jadi, pembangunan human resource ini kita fokusnya lebih ke Indonesia,” tutur Mariano.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas peningkatan kompetensi dosen, pengembangan karier akademik, serta administrasi mahasiswa asing, termasuk pengurusan visa dan izin tinggal untuk kepentingan pendidikan.
Pembahasan turut mencakup pembaruan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) bidang pendidikan tinggi yang dijadwalkan berakhir pada 2027. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kemitraan pendidikan kedua negara, termasuk dalam konteks keanggotaan Timor-Leste di ASEAN.
Melalui penguatan kerja sama tersebut, Indonesia dan Timor-Leste diharapkan dapat memperluas mobilitas akademik, meningkatkan kapasitas perguruan tinggi, serta mengembangkan penelitian yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Kolaborasi ini juga diharapkan memperkuat hubungan kedua negara melalui pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.










