TVRINews, Jakarta
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menggelar Festival Suara Jiwa: Ruang Cerita, Aksi, dan Perubahan pada Minggu, 11 Oktober 2026 di lingkungan Kantor Kemenkes, Jakarta.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan jiwa sekaligus mendorong penerimaan terhadap individu neurodivergen, termasuk orang dengan disleksia dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
Festival tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang jatuh pada 10 Oktober. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pukul 05.30 hingga 11.30 WIB dengan melibatkan masyarakat umum dan komunitas.
Sejumlah kegiatan akan diselenggarakan, antara lain senam bersama, flash mob, pemeriksaan kesehatan, edukasi kesehatan gigi, serta kelas pengalaman yang berkaitan dengan kesehatan jiwa, seperti journaling dan berkebun.
Melalui kegiatan tersebut, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi menyampaikan ingin memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh pentingnya menjaga kesehatan jiwa, memperoleh informasi yang tepat, serta membangun lingkungan sosial yang lebih terbuka dan suportif.
Kesehatan jiwa tidak hanya berkaitan dengan penanganan medis, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan. Penerimaan terhadap individu yang mengalami masalah kesehatan jiwa maupun anak neurodivergen menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang inklusif.
“Penerimaan tanpa menyalahkan dan keberanian untuk mencari pertolongan menjadi hal yang sangat penting dalam menjaga kesehatan jiwa,” kata Imran, Jumat, 9 Oktober 2026.
Imran juga menekankan pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat agar gangguan kesehatan jiwa tidak dipandang sebagai aib. Dukungan keluarga, pengenalan kondisi sejak dini, serta akses terhadap pelayanan yang tepat diperlukan agar setiap individu mendapatkan kesempatan untuk menjalani kehidupan secara mandiri dan mengembangkan potensinya.
Melalui Festival Suara Jiwa, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan jiwa, mengurangi stigma, dan memberikan dukungan kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan.










