TVRINews, Jakarta
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat agar tidak mengaitkan disleksia dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dengan rendahnya tingkat kecerdasan atau kesalahan pola asuh orang tua. Pemahaman yang tepat terhadap kondisi anak neurodivergen diperlukan agar mereka mendapatkan dukungan sesuai kebutuhan dan dapat mengembangkan potensinya.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, menjelaskan bahwa ADHD merupakan gangguan perkembangan saraf yang dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam memusatkan perhatian, mengendalikan impuls, dan mengatur aktivitas.
Sementara itu, disleksia merupakan gangguan belajar yang memengaruhi kemampuan membaca, menulis, dan mengeja. Kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan rendahnya tingkat kecerdasan seseorang.
Imran menekankan pentingnya penerimaan keluarga terhadap kondisi anak agar proses identifikasi dan penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
“Disleksia dan ADHD bukan berarti anak memiliki tingkat kecerdasan yang rendah. Karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami kondisi anak dan memberikan dukungan yang sesuai,” ujar Imran, Jumat, 9 Oktober 2026.
Pemahaman keluarga menjadi faktor penting karena keterlambatan mengenali kondisi anak atau penolakan terhadap hasil pemeriksaan dapat menghambat mereka memperoleh dukungan yang dibutuhkan.
Dalam sejumlah kasus, orang tua masih berupaya mencari pendapat lain karena belum dapat menerima kondisi anaknya. Akibatnya, proses identifikasi dan penanganan berpotensi tertunda. Karena itu, orang tua perlu memperoleh informasi yang tepat agar dapat memahami karakteristik anak, mengenali kebutuhannya, dan mendukung perkembangan potensinya.
Selain keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat juga perlu menciptakan ruang yang inklusif bagi anak neurodivergen. Mereka berhak memperoleh kesempatan untuk belajar, berinteraksi, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial tanpa diskriminasi.
Melalui peningkatan pemahaman masyarakat, Kemenkes berharap stigma terhadap anak neurodivergen dapat dikurangi sehingga mereka memperoleh penerimaan dan dukungan yang diperlukan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.










