TVRINews, Bandung
Workshop Rumah Batik Komar di kawasan Cigadung, Kota Bandung, menjadi salah satu destinasi dalam rangkaian Family Gathering Sindikasi Media Network (SMN) bersama Artotel Group pada 14–15 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan mengenai perkembangan industri batik nasional sekaligus memperkuat jejaring pemberitaan budaya dan ekonomi kreatif.
Family Gathering bertajuk Let's Go, Let's Grow diikuti sekitar 40 jurnalis dari berbagai media nasional dan daerah. Selama dua hari, peserta diajak mengeksplorasi potensi pariwisata, industri kreatif, wisata edukasi, sejarah, hingga sektor perhotelan yang berkembang di Kota Bandung.
Salah satu agenda utama berlangsung di Rumah Batik Komar. Pendiri Rumah Batik Komar, Komarudin Kudiya, menyambut langsung rombongan dan memaparkan perjalanan lembaga yang didirikannya sejak 1998.
Menurutnya, Rumah Batik Komar tidak hanya menjadi sentra produksi batik, tetapi juga berperan sebagai pusat pendidikan, penelitian, inovasi, dokumentasi, serta pelestarian batik Indonesia.
Dalam sesi workshop, Komarudin menyoroti masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap batik. Menurutnya, banyak orang hanya menikmati keindahan motif tanpa memahami proses, filosofi, dan teknik pembuatannya. Ia juga menjelaskan kain bermotif batik hasil cetak tidak dapat disamakan dengan batik yang dibuat melalui proses perintangan warna menggunakan malam panas.
"Orang sering melihat batik hanya dari tampilannya. Padahal batik memiliki proses, ekspresi, dan nilai budaya yang tidak dimiliki kain bermotif batik hasil cetak," ujar Komarudin Kudiya dalam siaran pers SMN yang diterima redaksi, Sabtu, 18 Juli 2026.

Batik merupakan salah satu identitas budaya Indonesia yang diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda sejak 2 Oktober 2009. Istilah batik berasal dari bahasa Jawa, yakni amba yang berarti menulis dan titik, merujuk pada teknik menghias kain menggunakan malam dan pewarna.
Selain mengunjungi Rumah Batik Komar, peserta juga mendatangi sejumlah unit hotel Artotel Group serta berbagai destinasi yang mencerminkan Bandung sebagai kota kreatif, kota sejarah, sekaligus pusat inovasi nasional.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke ARTOTEL Suites Aquila Bandung. Hotel premium tersebut mengusung konsep perpaduan sejarah dan gaya hidup modern. General Manager ARTOTEL Suites Aquila Bandung, Anton Susanto, memperkenalkan transformasi hotel yang tetap mempertahankan nilai historis bangunan sekaligus menghadirkan pengalaman menginap yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan masa kini.
"Kami ingin tamu tidak hanya menginap, tetapi juga menikmati berbagai pengalaman yang dimiliki Kota Bandung. Karena itu, kami membangun kolaborasi dengan berbagai mitra agar wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih bermakna," ujar Anton pada Rabu, 15 Juli 2026.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kerja sama ARTOTEL Suites Aquila Bandung dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) melalui program Edutainment Factory Tour. Dalam kunjungan tersebut, peserta melihat langsung fasilitas produksi pesawat terbang nasional sekaligus mengenal perkembangan industri dirgantara Indonesia sebagai bagian dari wisata edukasi.
Eksplorasi destinasi berlanjut ke Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) bersama de Braga by ARTOTEL. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan wisata sejarah dan budaya di kawasan Braga, sekaligus memperkuat literasi sejarah bagi para peserta. Museum KAA menjadi salah satu ikon heritage Kota Bandung yang menyimpan jejak penting Konferensi Asia Afrika 1955 dan terus menjadi daya tarik wisata edukasi bagi masyarakat.










