TVRINews, Jakarta
Menteri Nusron Wahid minta jajaran BPN Jawa Timur terapkan prinsip first in, first out dan layani rakyat sebagai raja.
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) resmi memasuki fase transformasi organisasi dan pelayanan publik. Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, menegaskan bahwa perubahan ini bertujuan untuk menciptakan sistem pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Nusron saat memberikan arahan kepada seluruh jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Jawa Timur dan Kantor Pertanahan (Kantah) se-Jawa Timur, Sabtu, 18 Juli 2026.
"Intinya kita semester ini memasuki periode transformasi pelayanan dan transformasi organisasi dengan menempatkan pemohon atau rakyat sebagai raja yang harus kita layani. Transformasi pelayanan adalah kata kuncinya hari ini," tegas Nusron dalam siaran persnya, Sabtu, 18 Juli 2026.
Tiga Pilar Utama Transformasi
Menteri Nusron memaparkan bahwa transformasi ini akan ditopang oleh tiga pilar utama untuk memastikan efektivitas pelayanan pertanahan di seluruh Indonesia:
1. Organisasi: Mengubah struktur Kantah dari pendekatan tematik menjadi pendekatan kewilayahan agar pelayanan lebih dekat dengan masyarakat dan setiap Kepala Seksi (Kasi) memahami persoalan di wilayahnya.
2. Tata Laksana (SOP): Menerapkan prinsip first in, first out (berkas yang masuk lebih dulu diselesaikan lebih dulu) serta sistem Pengukuran Terjadwal untuk memberikan kepastian waktu.
3. Sumber Daya Manusia (SDM): Penguatan integritas dan manajemen risiko bagi seluruh aparatur.
Target Pelayanan dan Prinsip Fiktif Positif
Dalam upaya meningkatkan efisiensi, Kementerian ATR/BPN kini menargetkan layanan peralihan hak selesai paling lama 10 hari. Nusron juga memperkenalkan prinsip "fiktif positif" sebagai filosofi pelayanan yang terukur, memiliki parameter jelas, dan transparan.
"Kita akan menggunakan prinsip fiktif positif. Semuanya harus terukur, memberikan kepastian, dan transparan," tambah Menteri Nusron.
Teguran Keras Terkait Integritas
Di hadapan para pejabat yang hadir, Nusron memberikan peringatan tegas mengenai pentingnya integritas. Ia meminta seluruh Kepala Kantor untuk menghentikan praktik yang berpotensi melanggar hukum dan memprioritaskan kepatuhan pada aturan di atas perasaan pribadi.
"Kalau Saudara ingin selamat menjadi pejabat, ikuti aturan, jangan ikuti perasaan," ujarnya dengan lugas.
Menteri Nusron menutup arahannya dengan menekankan pentingnya keramahan dalam pelayanan. Ia meminta seluruh jajaran BPN untuk melayani rakyat dengan hati, memberikan kejelasan informasi jika ada permohonan yang tidak dapat diproses, serta memastikan masyarakat tidak merasa dirugikan oleh birokrasi.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Kepala Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur, Muhammad Naim, serta jajaran pejabat pusat Kementerian ATR/BPN.










