TVRINews, Jayapura
Universitas Internasional Papua resmi buka program pendidikan bagi pelajar Papua Nugini untuk pererat hubungan bilateral kedua negara.
Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw kini membuktikan fungsinya tidak hanya sebagai gerbang perlintasan negara, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi strategis. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) dan pembukaan resmi International Bridging Programme (IBP) antara Universitas Internasional Papua dengan delegasi dari Papua Nugini (PNG).
Program pendidikan ini menyasar generasi muda dari lima kampung di Provinsi Sandaun, yakni Wutung, Musu, Yako, Waromo, dan Vanimo. Langkah ini menjadi wujud nyata penguatan hubungan bilateral melalui sektor pengembangan sumber daya manusia.
Rektor Universitas Internasional Papua, Izak Morin, mengungkapkan bahwa program ini merupakan langkah konkret untuk mempererat ikatan antarmasyarakat di kedua sisi perbatasan.
“Saat ini Universitas Internasional Papua telah menerima 45 mahasiswa asal Papua Nugini, dan kami berharap jumlah tersebut terus bertambah sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral melalui pendidikan,” ujar Izak dalam siaran pers BNPP RI, Sabtu, 18 Juli 2026.
Menurutnya, akses pendidikan bagi generasi muda di kawasan perbatasan merupakan kunci utama untuk membangun hubungan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan bagi Indonesia maupun Papua Nugini.
PLBN Skouw sebagai Ruang Kolaborasi

(Foto: BNPP RI)
Kepala PLBN Skouw, Ni Luh Puspa Jayaningsih, menegaskan bahwa kehadiran program ini selaras dengan upaya pemerintah dalam mengoptimalkan fungsi kawasan perbatasan.
“Kehadiran program ini menunjukkan bahwa kawasan perbatasan tidak hanya menjadi tempat perlintasan, tetapi juga menjadi ruang bertemunya ide, ilmu pengetahuan, dan kolaborasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkap Ni Luh.
Pihak pemerintah daerah, melalui Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kota Jayapura, Raimondus Mote, turut mengapresiasi inisiatif ini. Pendidikan dinilai sebagai fondasi paling kokoh dalam membangun kepercayaan dan persahabatan antarnegara, terutama bagi masyarakat yang hidup berdampingan secara geografis.
Simbol Kedekatan Antarbangsa
Kegiatan yang turut dihadiri oleh perwakilan Kedutaan Besar RI, konsulat, serta jajaran pemerintah kedua negara ini, berlangsung dengan penuh khidmat. Prosesi penyerahan name tag kepada perwakilan mahasiswa dari lima kampung tersebut menjadi simbol dimulainya perjalanan akademik lintas negara.
Diharapkan, International Bridging Programme ini tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan para pesertanya, tetapi juga mempererat jejaring sosial dan kultural di wilayah perbatasan, sehingga kawasan tersebut terus berkembang menjadi pusat lahirnya kolaborasi dan pengembangan manusia yang unggul.










