TVRINews, Jakarta
Presiden Prabowo Subianto meresmikan sejumlah ruas jalan yang dibangun melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2025. Peresmian dipusatkan di ruas Jalan Kedungdung–Bringkoning, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Program IJD dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi. Melalui program ini, pemerintah pusat memberikan dukungan percepatan pembangunan dan peningkatan jalan daerah yang diusulkan pemerintah daerah, terutama pada ruas strategis yang selama ini terkendala keterbatasan anggaran.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa infrastruktur jalan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, jalan yang baik akan memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, serta berbagai produk lainnya sehingga biaya logistik dapat ditekan.
"Kita bertekad tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas. Kita harus turunkan biaya logistik untuk seluruh rakyat dan perekonomian kita. Jalan yang baik adalah bagian dari strategi ketahanan kita,"kata Presiden Prabowo dalam keterangan tertulis, dikutip, Rabu, 24 Juni 2026.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan pembangunan jalan melalui program IJD menunjukkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pembangunan yang lebih merata hingga ke daerah-daerah. Menurutnya, pembangunan infrastruktur kini tidak lagi terpusat di wilayah tertentu, melainkan menjangkau berbagai daerah di Indonesia secara inklusif.
"Infrastruktur jalan yang diresmikan hari ini merupakan alat pengungkit pertumbuhan ekonomi, penguat konektivitas nasional, dan wujud nyata kehadiran negara dalam melayani masyarakat hingga ke daerah, sesuai arahan dari Bapak Presiden bahwa ekonomi tumbuh dari desa. Kami meyakini dengan pengelolaan berkelanjutan serta sinergi erat antara pemerintah pusat dan daerah, infrastruktur yang diresmikan hari ini akan menjadi tuas pengungkit kemajuan bangsa dalam jangka panjang,"ungkap Dody.
Dody menambahkan, pembangunan jalan daerah juga mengikuti arahan Presiden Prabowo agar ruas jalan memiliki kapasitas yang memadai untuk dilalui dua kendaraan roda empat secara bersamaan. Karena itu, sejumlah ruas jalan yang sebelumnya memiliki lebar sekitar tiga meter diperluas hingga mencapai sekitar delapan meter.
Pada Tahun Anggaran 2025, Program IJD mencakup pembangunan dan peningkatan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi dengan total investasi mencapai Rp5,41 triliun.
Di Pulau Sumatra, program ini menjangkau Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau. Sementara di Pulau Jawa, pembangunan dilakukan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan Banten.
Pelaksanaan program juga mencakup wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta berbagai provinsi di Papua. Melalui pembangunan tersebut, pemerintah menargetkan peningkatan aksesibilitas dan konektivitas antardaerah yang dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Keberadaan jalan-jalan hasil Program IJD diharapkan mampu memperlancar mobilitas orang dan barang, memperkuat distribusi hasil produksi daerah, meningkatkan akses menuju layanan publik, serta membuka peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah.
Program IJD juga menjadi bagian dari implementasi visi PU 608 yang menempatkan infrastruktur sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional menuju target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Melalui peningkatan konektivitas jalan daerah, pemerintah berupaya memperkuat sentra produksi, menekan biaya logistik, dan mendorong pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.










