TVRINews, Jakarta
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan penanganan dampak banjir bandang di kawasan Sungai Cikalintu, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat. Kementerian PU juga menyiapkan langkah penanganan infrastruktur sungai guna mengurangi risiko banjir berulang.
Banjir bandang yang terjadi pada Jumat, 30 Oktober 2026 sekitar pukul 20.15 WIB tersebut berdampak pada 35 rumah warga dengan jumlah masyarakat terdampak mencapai 145 kepala keluarga (KK).
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, penanganan bencana hidrometeorologi harus dilakukan secara cepat dan terukur, baik melalui langkah tanggap darurat maupun penyiapan infrastruktur untuk jangka panjang.
“Penanganan banjir harus dilakukan secara cepat dan terukur, terutama untuk melindungi keselamatan masyarakat serta meminimalkan dampak terhadap permukiman. Selain penanganan darurat, kami juga menyiapkan langkah penanganan permanen agar risiko kejadian serupa dapat dikurangi,” ujar Dody dalam keterangan rilis yang diterima, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Banjir dipicu hujan berintensitas tinggi di wilayah hulu Sungai Cikalintu yang merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan debit air dan derasnya aliran sungai yang membawa material sampah dari wilayah hulu menuju hilir.
Derasnya aliran air juga mengakibatkan kerusakan bekisting pada pekerjaan pembangunan dinding penahan tanah sungai yang sedang dilaksanakan pemerintah daerah.
Limpasan air dilaporkan mencapai ketinggian 50 hingga 100 sentimeter dengan durasi genangan sekitar satu jam. Saat ini, kondisi banjir telah surut dan penanganan difokuskan pada pembersihan material sisa banjir serta pendataan infrastruktur yang terdampak.
Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Kementerian PU telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah daerah setempat. Penanganan dilakukan melalui pembersihan material banjir di rumah warga serta asesmen terhadap kondisi infrastruktur sungai.
Untuk penanganan jangka pendek, Kementerian PU memprioritaskan percepatan pembersihan material sisa banjir guna membantu memulihkan kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat.
Sementara itu, penanganan jangka menengah dilakukan melalui pemasangan geobag sepanjang enam meter dengan ketinggian satu meter sebagai perlindungan sementara di lokasi terdampak.
Kementerian PU terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
“Upaya penanganan tidak hanya dilakukan untuk memulihkan kondisi setelah banjir, tetapi juga mempersiapkan langkah mitigasi melalui penguatan infrastruktur sungai. Dengan demikian, risiko dampak banjir akibat peningkatan debit air dapat diminimalkan,” demikian komitmen Kementerian PU dalam penanganan bencana di wilayah tersebut.
Melalui langkah tanggap darurat dan penyiapan penanganan infrastruktur sungai, Kementerian PU berkomitmen menjaga keandalan infrastruktur sumber daya air sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman bencana hidrometeorologi.









