TVRINews, Jakarta
Ketua Dewan Pembina Rembuk Pemuda, Rahayu Saraswati, mengapresiasi inisiatif Rembuk Pemuda yang membuka ruang diskusi dan komunikasi bagi generasi muda dari berbagai latar belakang. Forum ini dinilai penting untuk mempertemukan beragam pandangan sekaligus mendorong lahirnya gagasan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
"Satu hal yang saya sangat apresiasi kepada teman-teman Rembuk Pemuda, semangat untuk bisa membuka ruang berdiskusi, ruang untuk berkomunikasi," kata wanita yang akrab disapa Sara di Jakarta, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Menurutnya, keberagaman latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang bagi generasi muda untuk berdiskusi dan merumuskan gagasan bersama. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi kekuatan untuk menghasilkan pemikiran yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Saya rasa ini menjadi satu ruang untuk bisa pemuda-pemudi Indonesia dari segala latar belakang maupun juga warna dan segala ras, agama, suku itu bisa betul-betul dengan kebhinekaannya mereka, dengan pendapat mereka masing-masing, itu bisa berembuk, bisa berdiskusi, tentunya dengan harapan bergerak dan berdampak," tambahnya.
Sara menjelaskan, Rembuk Pemuda merupakan salah satu dari berbagai organisasi dan wadah kepemudaan yang ada di Indonesia. Kehadiran forum ini diharapkan dapat membantu menghimpun suara serta aspirasi generasi muda dari berbagai daerah.
Dalam prosesnya, para pengurus Rembuk Pemuda akan memberikan ruang bagi perwakilan daerah untuk mengumpulkan masukan dari anak muda di wilayah masing-masing.
"Mulai dari sekarang sampai beberapa waktu ke depan, kita akan memberikan waktu untuk teman-teman, adik-adik ini untuk bisa mengumpulkan masukan-masukan dari daerah-daerah. Sekarang saat ini masih ada 29, mudah-mudahan akan terus berkembang untuk bisa mengumpulkan semua masukan tersebut. Dari pengumpulan tersebut tentunya kami berharap nanti para pengurus bisa menghadirkan masukan-masukan itu atau menyampaikan kepada pihak-pihak terkait di apakah itu di daerah mereka masing-masing maupun juga ke pusat," ujarnya.
Ia menuturkan, aspirasi yang terkumpul nantinya akan dipetakan berdasarkan isu yang dihadapi masyarakat.
"Nah, itu tentunya akan kita lihat apakah kalau itu kaitannya dengan lapangan pekerjaan, di bagian mananya? Apakah itu kaitannya dengan UMKM, atau itu kaitannya dengan hilirisasi, apakah itu dengan industri, apakah itu persoalan dengan keuangan, kebijakan fiskal, apakah itu kaitannya dengan agroforestri, dengan pertanian, perkebunan, itu semua harus dikumpulkan terlebih dahulu, nanti akan disampaikan dan kita akan tentunya terus mengawal untuk di Rembuk Nasional yang berikutnya," pungkasnya.









