TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) meluncurkan 16 produk kebahasaan dan kesastraan serta dua program Wiyata Kinarya dalam Puncak Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2026.
Peluncuran ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan berkualitas, meningkatkan budaya literasi, serta memperkuat kompetensi dan kesadaran masyarakat dalam menggunakan bahasa Indonesia. Selain itu, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan budaya kerja.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa peringatan Bulan Bahasa dan Sastra menjadi momentum untuk menumbuhkan kebanggaan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menggunakan bahasa Indonesia di berbagai bidang kehidupan.
“Melalui peringatan dan puncak Bulan Bahasa ini, kami berusaha untuk makin banyak masyarakat, terutama generasi muda, yang semakin bangga menggunakan bahasa Indonesia baik dalam komunikasi sehari-hari, ekspresi seni, penulisan karya ilmiah, dan berbagai hal yang positif lainnya,”kata Mendikdasmen Mu’ti dalam keterangan tertulis, dikutip, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Berbagai inovasi kebahasaan dan kesastraan dihadirkan melalui produk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Produk tersebut antara lain buku Profil Pemenang Apresiasi Giat UKBI Tahun 2025, Antologi Terjemahan Cerita Anak karya pemenang sayembara, Kamus Sinonim-Antonim untuk Pelajar, Kamus Kata Asing Populer untuk Pelajar, serta terjemahan karya sastra dan dokumen strategis lembaga multilateral.
Selain itu, Badan Bahasa meluncurkan 30 bahan bacaan bermuatan literasi dan numerasi untuk anak PAUD dan SD dalam bentuk komik, 25 komik alih wahana karya sastra, 50 bahan bacaan literasi bermutu jenjang C dan D, serta 80 buku terjemahan cerita anak berbahasa asing untuk kepentingan diplomasi.
Terdapat pula 130 buku terjemahan cerita anak berbahasa Indonesia dan 300 bahan bacaan bermutu yang diperuntukkan bagi murid berkebutuhan khusus.
Produk lainnya meliputi Buku Peta Jalan Penginternasionalan Bahasa Indonesia (PJBI), Buku Indeks Penginternasionalan Bahasa Indonesia (IPBI), Rekomendasi Kongres Bahasa Daerah, serta Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 24 Tahun 2026 tentang Indeks Pembangunan Kebahasaan. Sementara itu, dua program Wiyata Kinarya yang diluncurkan mencakup UKBI Adaptif dan Ramah Santun.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, berharap peluncuran berbagai produk tersebut dapat memperluas kesempatan masyarakat dalam memperoleh bahan bacaan berkualitas sekaligus meningkatkan kemampuan dan kesadaran berbahasa Indonesia.
“Peluncuran produk tersebut diharapkan dapat menjadi komitmen kita semuanya untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan berkualitas serta meningkatkan kompetensi dan kesadaran berbahasa Indonesia dalam wujud pendidikan bermutu untuk semua,”ungkap Hafidz.
Hafidz juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menerapkan semangat Trigatra Bangun Bahasa, yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.
Menurutnya, pengembangan bahasa dan sastra membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, perguruan tinggi, komunitas, media massa, organisasi profesi, hingga masyarakat luas.
Apresiasi bagi Pelaku Bahasa dan Sastra
Selain peluncuran produk, Puncak Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2026 juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada individu dan lembaga yang berkontribusi dalam pengembangan bahasa dan sastra Indonesia.
Penghargaan tersebut meliputi Penghargaan Sastra Kemendikdasmen, Penghargaan Penggunaan Bahasa Indonesia Terbaik di Media Massa Daring, penghargaan bagi kementerian pengguna bahasa Indonesia terbaik dalam surat dinas, penghargaan bagi unit utama pengguna bahasa terbaik dalam naskah dinas, Penghargaan Mitra Strategis Pelestarian Bahasa Daerah, serta Penghargaan Adibahasa.
Pada Penghargaan Sastra Kemendikdasmen Tahun 2026, terdapat lima penerima dari berbagai kategori. Nukila Amal memperoleh penghargaan kategori novel, Heru Joni Putra untuk kategori kumpulan puisi, Raudal Tanjung Banua untuk kategori kumpulan cerpen, Iswadi Pratama untuk kategori naskah drama, dan Sutejo untuk kategori kumpulan esai sastra atau kritik sastra.
Sementara itu, Penghargaan Penggunaan Bahasa Indonesia Terbaik di Media Massa Daring diberikan kepada Seputarpapua.com, Tempo.co, dan Tribunnews.com.
Penghargaan Adibahasa diberikan kepada Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk apresiasi atas capaian pembangunan kebahasaan. Adapun Penghargaan Mitra Strategis Pelestarian Bahasa Daerah diberikan kepada Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Di tingkat kementerian, penghargaan penggunaan bahasa Indonesia terbaik dalam surat dinas diberikan kepada Kementerian Keuangan, Kementerian Sekretariat Negara, serta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Adapun di lingkungan Kemendikdasmen, penghargaan tersebut diterima oleh Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Sekretariat Jenderal, serta Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal.
Mengusung tema “Bahasa Indonesia Bermartabat; Indonesia Berdaulat”, Puncak Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap bahasa Indonesia, menjaga kelestarian bahasa daerah, serta meningkatkan penguasaan bahasa asing sebagai bagian dari pengembangan kebahasaan di Indonesia.









