TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar mengajak Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan pelaku platform digital berkolaborasi mendukung target pemerintah mencetak 10 juta pengusaha baru dalam lima tahun. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas peluang usaha masyarakat melalui pemanfaatan ekosistem ekonomi digital.
Muhaimin menegaskan, potensi ekonomi digital perlu dimanfaatkan secara optimal agar masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu berkembang menjadi pengusaha mandiri yang memiliki akses pasar lebih luas.
"Ekosistem digital harus kita manfaatkan untuk membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Kita ingin semakin banyak masyarakat yang tidak hanya bertransaksi, tetapi juga menjadi pelaku usaha, mengembangkan produknya, dan mendapatkan akses pasar," ujar Muhaimin dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, dikutip dari siaran pers, Kamis, 5 November 2026.
Menurut Muhaimin, pencapaian target 10 juta pengusaha baru membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk asosiasi dan perusahaan platform digital. Untuk itu, ia meminta jajaran Kemenko PM berkoordinasi dengan idEA dan pelaku platform digital guna merumuskan bentuk kerja sama konkret.
Salah satu bentuk kolaborasi yang didorong yakni membuka ruang promosi dan etalase digital bagi produk UMKM binaan kementerian di bawah koordinasi Kemenko PM, meliputi Kementerian UMKM, Kementerian Koperasi, Kementerian Desa, serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Lebih lanjut, Muhaimin juga mendorong pemanfaatan momentum Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 10–16 Desember 2026. Menurutnya, Harbolnas dapat menjadi panggung bagi produk UMKM binaan pemerintah untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Harbolnas 2026 menargetkan transaksi sebesar Rp40 triliun, meningkat sekitar 5–10 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Pada Harbolnas 2025, transaksi tercatat mencapai Rp36,4 triliun, melampaui target Rp33–34 triliun. Adapun transaksi produk lokal mencapai Rp16,6 triliun atau sekitar 45,6 persen dari total transaksi.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum idEA Syarif Hidayatullah menyampaikan, penguatan ekosistem perdagangan digital perlu berjalan seiring dengan pemberdayaan pelaku usaha.
idEA mendorong tiga agenda utama, yakni peningkatan kapasitas UMKM melalui edukasi dan pendampingan, pengembangan wirausaha muda melalui program Goes to Campus, serta perluasan akses pasar produk lokal melalui promosi dan bazar.
"Ekosistem digital seharusnya tidak hanya berbicara tentang besarnya angka transaksi, tetapi juga bagaimana membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," kata Syarif.
Kemenko PM menyatakan siap menjembatani koordinasi antara kementerian/lembaga, idEA, dan pelaku platform digital untuk memastikan kolaborasi tersebut berlanjut menjadi program nyata. Upaya ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang usaha sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.









