TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar mendorong integrasi program pemberdayaan yang dijalankan asosiasi dan platform digital dengan agenda pemerintah. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat UMKM, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Muhaimin menilai ekosistem digital memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan usaha masyarakat. Melalui kolaborasi yang terarah, berbagai program pemberdayaan diharapkan dapat saling melengkapi dan memberikan dampak nyata bagi pelaku UMKM.
"Program pemberdayaan yang sudah dijalankan oleh asosiasi maupun platform digital perlu kita satukan dengan agenda pemerintah. Jangan berjalan sendiri-sendiri. Kita ingin program-program ini saling terhubung, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat," kata Muhaimin dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, dikutip dari siaran pers, Kamis, 5 November 2026.
Kemudian Muhaimin menjelaskan, kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung agenda Pro Kesra dalam membangun 10 juta pengusaha baru selama lima tahun. Untuk itu, ia meminta agar program pemberdayaan platform digital diselaraskan dengan kementerian terkait, khususnya Kementerian UMKM yang memimpin sektor kewirausahaan.
Salah satu momentum yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pasar UMKM adalah Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026. Muhaimin mendorong platform digital menyediakan ruang etalase bagi produk UMKM binaan Kementerian UMKM, Kementerian Koperasi, Kementerian Desa, serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
"Momentum Harbolnas jangan hanya dimanfaatkan untuk meningkatkan transaksi. Ini juga harus menjadi kesempatan bagi produk UMKM hasil pemberdayaan untuk dikenal lebih luas dan mendapatkan akses pasar. Kita ingin pelaku usaha yang sudah dibina benar-benar punya ruang untuk berkembang," tegasnya.
Dalam pertemuan dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan sejumlah pelaku platform, mereka turut memaparkan program pemberdayaan yang telah dijalankan. Ketua Umum idEA, Budi Primawan menjelaskan, asosiasi tersebut menaungi ekosistem digital yang luas, mulai dari marketplace, media sosial, pembayaran, transportasi daring, hingga logistik. idEA juga berperan dalam edukasi UMKM dan menjadi mitra dialog pemerintah terkait kebijakan industri digital.
Sedangkan CEO Toco Arnold Sebastian menawarkan kolaborasi melalui program Perintis Berdaya yang menyasar 300 peserta di tiga kota selama 90 hari. Program ini mencakup pelatihan, pendampingan daring, serta penyediaan toko digital tanpa biaya administrasi.
Sementara itu, TikTok Shop-Tokopedia melalui program Waktunya STARt telah menjangkau 4.800 UMKM dan afiliator melalui pelatihan digital, serta 10.300 siswa dan mahasiswa melalui pengembangan talenta digital. Program Beli Lokal juga mencatat lebih dari 31 ribu toko terdaftar dengan peningkatan penjualan sebesar 51 persen.
Shopee turut menyampaikan capaian program Kampus UMKM yang telah menjangkau jutaan pelaku usaha dengan sekitar 350 ribu jam pengajaran. Melalui program Shopee Ekspor, sekitar 90 juta produk lokal Indonesia telah terjual ke pasar internasional sejak 2019.
Berbagai inisiatif lainnya juga dijalankan platform digital, seperti Kota Masa Depan dari Grab, Lazada Naik Kelas, program pendampingan mitra usaha dan pengemudi melalui GoTo, serta Langkah Membumi dari Blibli yang mendorong pengembangan wirausaha berbasis lingkungan atau eco-preneur.
Muhaimin menegaskan, Kemenko PM siap menjadi jembatan koordinasi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku platform digital. Integrasi program tersebut diharapkan tidak hanya memperluas transaksi digital, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka peluang usaha, serta mempercepat upaya pengentasan kemiskinan.









