TVRINews, Jakarta
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Muhammad Qodari, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dijalankan oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto karena merupakan bagian dari mandat yang diberikan masyarakat melalui proses demokrasi.
Qodari menjelaskan, program MBG telah menjadi bagian dari visi dan misi Presiden Prabowo sejak masa pencalonan, dan kemudian mendapat legitimasi setelah terpilih dalam pemilihan umum.
Menurutnya, kemenangan Prabowo dalam kontestasi demokrasi mencerminkan kepercayaan publik terhadap program-program yang ditawarkan, termasuk MBG.
“Program Makan Bergizi Gratis tidak bisa diminta untuk dihentikan, karena itu merupakan bagian dari visi dan kontrak politik Presiden Prabowo. Beliau dipilih untuk menjalankan program kerja tersebut,” ujar Qodari, Rabu, 17 JUni 2026.
Ia menambahkan, program MBG dirancang sebagai upaya menjawab persoalan gizi pada anak-anak dan balita di Indonesia, yang masih menjadi tantangan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Qodari mengakui pelaksanaan program tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan di lapangan. Namun, ia menilai hal itu tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan program yang dinilai memiliki manfaat luas bagi masyarakat.
Pemerintah, lanjutnya, tetap membuka ruang dialog dan menerima masukan publik guna memperbaiki tata kelola pelaksanaan program agar lebih efektif dan tepat sasaran.
“Salah besar jika meminta program ini dihentikan, karena ini bagian dari janji kampanye yang harus dijalankan,” tegasnya.
Selain MBG, Qodari menyebut pemerintah juga menjalankan sejumlah program strategis lain yang bertujuan menyelesaikan persoalan struktural di masyarakat, termasuk peningkatan penerimaan negara dari sektor sumber daya alam serta perluasan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.
Ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi besar pemerintahan untuk melakukan transformasi dan penyelesaian berbagai persoalan nasional secara berkelanjutan.
“Ketika Presiden Prabowo menjabat, beliau menjalankan berbagai solusi untuk persoalan masyarakat. Karena itu, berikan kesempatan untuk menyelesaikannya,” ujar Qodari.
Pemerintah berharap program-program prioritas tersebut dapat berjalan optimal dengan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.










