TVRINews, NTT
Penanganan rumah ibadah yang terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur, mulai dilakukan. Kementerian Pekerjaan Umum menindaklanjuti hasil asesmen terhadap Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus di Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, serta Masjid Nurul Huda Reo di Kabupaten Manggarai.
Di Gereja Santo Petrus dan Paulus Dampek, proses pembongkaran dan pembersihan bangunan dilakukan jemaat pada Senin, 31 Agustus 2026. Proses tersebut diawali dengan kegiatan adat sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal masyarakat setempat.
Sebelum pembongkaran, sekitar 30 jemaat turut mengamankan aset-aset gereja. Proses di lapangan juga mendapat dukungan sekitar 20 personel Polda NTT.
Hasil pemeriksaan menunjukkan gedung utama gereja dan aula mengalami kerusakan struktural dan dinyatakan tidak aman untuk digunakan. Sementara rumah pastoran tidak mengalami kerusakan dan masih aman ditempati.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo sebelumnya meminta agar proses pembangunan kembali tidak hanya mengutamakan aspek keselamatan, tetapi juga mempertahankan karakter dan kearifan lokal.
“Kalau bangunan kita kerjakan ulang, di manapun kearifan lokal harus dijaga. Jadi harus koordinasi dengan yang menggunakan atau mengelola bangunan tersebut,” ujar Dody dalam keterangan yang dikutip, Senin, 31 Agustu 2026.
Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan NTT selanjutnya menyiapkan penanganan gereja dengan pendekatan rancang bangun. Kajian terhadap struktur bangunan eksisting akan dilakukan sebelum pembangunan kembali.
Pengurus gereja juga akan dilibatkan dalam proses perencanaan agar bangunan baru nantinya dapat menyesuaikan kebutuhan jemaat sekaligus mempertahankan karakter lokal.
Sementara di Masjid Nurul Huda Reo, hasil asesmen menunjukkan struktur utama bangunan secara umum masih berdiri tegak. Namun, sejumlah elemen struktur dan nonstruktur mengalami kerusakan.
Kerusakan antara lain ditemukan pada kolom level IV sekitar 4,67 persen, kolom level III sekitar 3,125 persen, plafon sekitar 60 persen, dan dinding sekitar 10 persen.
Dengan kondisi tersebut, gedung utama masjid dikategorikan mengalami rusak sedang. Penanganan yang direkomendasikan berupa pembongkaran seluruh plafon, pembongkaran dinding yang mengalami retak lebih dari enam milimeter, serta perkuatan struktur bangunan.
Berbeda dengan gedung utama, menara Masjid Nurul Huda Reo mengalami kerusakan berat dan sebagian telah runtuh. Menara tersebut direkomendasikan untuk dibongkar secara total.
Kementerian PU menegaskan, penanganan bangunan terdampak gempa dilakukan berdasarkan hasil asesmen dan tingkat kerusakan. Bangunan yang masih layak akan dipertahankan, sementara bangunan yang membutuhkan perbaikan akan diperkuat dan bangunan yang tidak aman akan dibangun kembali.
Langkah tersebut merupakan bagian dari penerapan prinsip build back better, yakni membangun kembali dengan standar keselamatan dan ketahanan yang lebih baik terhadap potensi bencana, dengan tetap mempertahankan karakter lokal serta kebutuhan masyarakat.
Kementerian PU juga masih melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap berbagai fasilitas publik lain yang terdampak gempa di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur.









