TVRINews, Korea Selatan
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menjajaki penguatan kerja sama antara Jakarta dan Busan, Korea Selatan, di bidang industri kreatif, khususnya perfilman. Upaya ini dilakukan untuk mendorong Jakarta menjadi kota sinema dan pusat produksi film serta pengembangan talenta kreatif di Asia Tenggara.
Hal tersebut disampaikan Rano saat melakukan pertemuan dengan Wakil Wali Kota Busan, Kim Kyung-duk, di Busan, Korea Selatan. Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi di bidang perfilman, gim, e-sport, musik, seni pertunjukan, pendidikan, serta pertukaran talenta dan jejaring industri budaya.
Kim menyambut baik kehadiran Rano bersama delegasi Jakarta. Ia juga mengapresiasi kiprah Rano di dunia perfilman serta menyambut positif rencana Jakarta mengembangkan industri kreatif sebagai salah satu penggerak perekonomian kota.
"Saya mengetahui Jakarta memiliki rencana untuk memajukan industri perfilman. Ke depan, saya berharap pertukaran antara Busan dan Jakarta di bidang film, gim, serta industri budaya lainnya semakin aktif," ujar Kim dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Pemprov DKI Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2026.
Busan menjadi salah satu kota yang dapat dijadikan referensi dalam pengembangan industri perfilman. Sejak menyelenggarakan Busan International Film Festival (BIFF) pada 1996, kota tersebut berkembang menjadi salah satu pusat perfilman terkemuka di Asia. Pada 2014, UNESCO menetapkan Busan sebagai UNESCO Creative City of Film, menjadikannya kota pertama di Asia yang memperoleh predikat tersebut.
Kim menjelaskan, Pemerintah Kota Busan turut memberikan dukungan sekitar separuh dari anggaran penyelenggaraan festival film internasional tersebut setiap tahun. Dukungan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Busan sebagai kota film di Asia dan pusat perfilman dunia.
Menanggapi hal tersebut, Rano menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membangun ekosistem perfilman yang berdaya saing internasional.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, Pemprov DKI Jakarta telah mengambil sejumlah langkah untuk memperkuat fondasi industri perfilman. Salah satunya melalui peluncuran Jakarta Film Commission (JFC) pada 26 Juni 2026 sebagai layanan terpadu untuk mendukung kegiatan produksi film dan audiovisual.
Melalui program Filming in Jakarta, Pemprov DKI Jakarta menyediakan fasilitasi lokasi syuting, koordinasi perizinan, serta pengembangan jejaring industri. Pemprov DKI juga menghadirkan sejumlah insentif, termasuk keringanan pajak tontonan film nasional dan biaya penggunaan lokasi produksi tertentu pada aset pemerintah daerah.
Sebagai langkah lanjutan, Rano mengusulkan penjajakan kerja sama antara Jakarta Film Commission dan Busan Film Commission. Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang bagi rumah produksi asal Busan untuk melakukan produksi film di Jakarta.
"Kami ingin menjajaki kerja sama antara Jakarta Film Commission dan Busan Film Commission, termasuk memberikan fasilitas dan peluang bagi rumah produksi Busan untuk melakukan produksi film di Jakarta," ucap Rano.
Selain kerja sama antarkomisi film, Jakarta juga mendorong kolaborasi antara Jakarta Film Week dan Busan International Film Festival. Bentuk kolaborasi yang dijajaki meliputi promosi bersama, pertukaran sineas muda, pemutaran film lintas kota, serta penguatan jejaring perfilman Asia.
Rano menambahkan, peluang kerja sama Jakarta dan Busan tidak terbatas pada industri film, tetapi juga mencakup sektor ekonomi kreatif lainnya.
"Kami juga ingin menjajaki kerja sama di bidang gim, e-sport, musik, dan seni pertunjukan," ungkap Rano.
Di bidang pendidikan, Rano menyampaikan rencana Pemprov DKI Jakarta meluncurkan program beasiswa bagi warga Jakarta pada 2027. Program ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi terkemuka di Busan, termasuk Pusan National University. Pemprov DKI Jakarta juga menjajaki peluang pengembangan kapasitas sineas melalui Busan Asian Film School.










