TVRINews, Depok
Tim Indonesia meraih enam medali emas, 27 medali perak, dan 28 medali perunggu dalam ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 tahun 2026. Prestasi tersebut menjadi hasil dari persiapan panjang, ketekunan belajar, dan kerja keras para murid dalam menghadapi kompetisi matematika dan sains tingkat internasional.
Dari enam medali emas yang diraih, empat berasal dari bidang Matematika dan dua lainnya dari bidang Sains. Pada bidang Matematika, Indonesia juga memperoleh 13 medali perak dan 14 medali perunggu. Sementara itu, pada bidang Sains, tim Indonesia meraih 14 medali perak dan 14 medali perunggu.
Salah satu peraih medali emas bidang Matematika, Aiden Gracio, mengaku bangga atas pencapaiannya setelah menjalani berbagai tahapan persiapan dan kompetisi. Murid kelas VI SD Witama Plus Srikandi Pekanbaru tersebut menilai kerja keras yang dilakukan selama ini akhirnya membuahkan hasil.
“Saya sangat senang dan bangga dengan diri saya sendiri karena kerja keras kita akhirnya terbayarkan,”kata Aiden dalam keterangan yang diterima tvrinews, Jumat, 9 Oktober 2026.
Selain prestasi, Aiden mendapatkan pelajaran mengenai pentingnya mengendalikan tekanan saat berkompetisi. Menurutnya, tekanan yang tidak dikelola dengan baik dapat memengaruhi performa peserta dan hasil yang diperoleh.
“Jangan sampai tekanan mengambil alih saat berkompetisi karena hasilnya bisa menurun. Dari yang seharusnya mendapatkan emas, bisa turun menjadi perak karena tekanan,”jelasnya.
Pengalaman berharga juga dirasakan Laudya Senja Madinah Alisjahbana, peraih medali emas bidang Sains dari SDIA 61 Summarecon Serpong. Baginya, keikutsertaan dalam IMSO-23 bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperluas pengetahuan dan belajar bersama peserta lainnya.
“Saya bangga dan senang. Saya ingin terus mencoba menjadi lebih baik di sekolah. Pengalaman yang paling menyenangkan adalah belajar bersama teman-teman dan mempelajari hal-hal baru,”ungkap Laudya.
Laudya berpesan agar murid tidak hanya berfokus pada keinginan menjadi yang terbaik. Menurutnya, usaha maksimal dalam proses belajar dan kompetisi lebih penting untuk mencapai hasil yang diharapkan.
“Yang penting kalian sudah berusaha, tidak perlu kalian menjadi yang terbaik, namun kalian harus memaksimalkan kerja keras agar mendapat hasil yang kalian inginkan,”lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Tim Indonesia atau Team Leader IMSO-23, Muchammad Fachri, mengungkapkan bahwa perolehan enam medali emas tersebut melampaui perkiraan tim. Ia bersyukur atas hasil yang diraih para peserta Indonesia dalam kompetisi tahun ini.
“Ini sesuatu yang patut kita syukuri. Hasilnya sungguh di luar prediksi. Kami tidak menyangka akan mendapatkan sebanyak ini, tetapi Indonesia mendapatkan banyak medali,”ungkap Fachri.
Fachri menjelaskan, prestasi dalam ajang IMSO tidak dapat dicapai melalui persiapan dalam waktu singkat. Para peserta harus membangun kemampuan melalui proses belajar dan latihan secara konsisten dalam jangka panjang.
“IMSO itu membutuhkan kerja keras, bukan hanya satu atau dua bulan, tetapi bisa bertahun-tahun,”ucapnya.
Ia pun mengajak para murid di seluruh Indonesia untuk terus mengembangkan kemampuan dan menjaga semangat belajar. Menurutnya, ketekunan dapat membuka peluang untuk meraih prestasi di berbagai bidang, tidak terbatas pada matematika dan sains.
Belajar dan Bertumbuh Bersama
Semangat untuk terus berusaha juga tercermin dari pengalaman Tahmid Hasan, peserta asal Bangladesh yang meraih medali emas bidang Sains. Tahmid mengaku sempat memperkirakan dirinya akan memperoleh medali perak atau perunggu karena merasa belum tampil maksimal selama kompetisi.
Namun, hasil akhir justru memberinya kejutan dan kebahagiaan. Selain keberhasilan meraih medali emas, Tahmid menilai kesempatan berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara menjadi pengalaman berharga selama mengikuti IMSO-23.
Ia berpesan agar para peserta tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Menurutnya, sikap pantang menyerah memberikan kesempatan untuk menemukan peluang dan kemungkinan baru.
“Jangan pernah menyerah. Selalu ada kesempatan untuk melihat kemungkinan-kemungkinan baru. Jika kita menyerah, semuanya menjadi tidak berarti. Namun, jika kita terus berjuang, suatu hari kita dapat mencapainya,”ujar Tahmid.
Prestasi para peserta dalam IMSO-23 menunjukkan bahwa keberhasilan membutuhkan proses panjang yang melibatkan latihan, ketekunan, dan keberanian menghadapi tantangan.
Perolehan enam medali emas juga menjadi pencapaian yang diharapkan dapat memotivasi murid Indonesia untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi di tingkat internasional.
Fachri berpesan agar para murid tidak berhenti belajar dan terus berusaha mengembangkan potensi diri demi masa depan Indonesia.
“Teruslah belajar, jangan kehilangan semangat, dan bekerja keras. Semoga para murid Indonesia dapat mengharumkan nama Indonesia di berbagai bidang dan membantu Indonesia menjadi lebih baik dan lebih maju,” pungkasnya.










