TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mendorong penguatan kolaborasi Indonesia dan Korea Selatan di bidang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan perkotaan.
Jakarta menyatakan kesiapan untuk mengambil peran dalam kemitraan strategis tersebut, dengan memanfaatkan fondasi digital yang telah dimiliki. Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri Roundtable Discussion bertajuk "Shaping the Future Together: Strategic AI Partnership Between Korea and Indonesia" di Jakarta Pusat, Kamis, 8 Oktober 2026.
"Jakarta mempersiapkan diri untuk terlibat dalam kemitraan strategis antara Indonesia dengan Korea Selatan di bidang AI. Selama ini, Jakarta mempunyai hubungan yang baik dan sudah menjalin kerja sama sister city dengan Seoul, Jeju, Chungcheongnam-do dan Nonsan. Jakarta siap untuk itu," ujar Pramono dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Pemprov DKI Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2026.
Pramono mengatakan, Jakarta memiliki potensi untuk mengembangkan pemanfaatan AI karena didukung infrastruktur digital yang kuat. Saat ini, terdapat 102 pusat data di Jakarta atau hampir separuh dari total pusat data di Indonesia.
Menurutnya, kolaborasi AI perlu diarahkan pada penerapan nyata yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Salah satu rencana yang disiapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah pemanfaatan AI untuk mendukung revitalisasi kawasan permukiman di Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Penataan tersebut mencakup kawasan sepanjang 2,3 kilometer yang meliputi Kampung Bali, Kebon Melati, dan Kebon Kacang. Pramono menegaskan, revitalisasi akan dilakukan tanpa penggusuran dengan memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses perencanaan dan penataan kawasan.
"Kita akan menerapkan AI untuk melakukan renovasi dan revitalisasi tanpa melakukan penggusuran," katanya.
AI nantinya dapat dimanfaatkan untuk membantu perancangan kawasan serta penggunaan kamera pengawas atau CCTV. Penataan kawasan tersebut ditargetkan rampung pada 2028 dan diharapkan menjadi contoh pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.
Selain penataan kawasan, Pemprov DKI Jakarta juga melihat peluang pemanfaatan AI untuk meningkatkan pelayanan publik, mendukung pengambilan kebijakan berbasis data, dan mengoptimalkan pengelolaan mobilitas perkotaan.
Lebih lanjut, Pramono menekankan bahwa pengembangan teknologi AI harus tetap berorientasi pada manusia. Karena itu, penerapannya perlu memperhatikan aspek privasi, keamanan, keadilan, akuntabilitas, dan inklusi digital agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.
Sementara itu, Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon Gu, menyatakan kesiapan Korea Selatan untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia dalam pengembangan ekosistem AI.
"Kami memiliki fondasi yang kuat dan kokoh untuk mengembangkan serta meningkatkan ekosistem kecerdasan buatan. Oleh karena itu, kami siap bekerja sama dengan Indonesia. Kami adalah mitra yang dapat diandalkan bagi Indonesia di berbagai sektor, terutama AI," ucap Yoon Soon Gu.
Pada kesempatan yang sama, Penasihat Senior Laboratorium Indonesia 2045, Andi Widjajanto, menekankan bahwa kolaborasi AI Indonesia–Korea Selatan perlu berorientasi pada kebutuhan masyarakat, terutama generasi muda.
"Pertemuan ini diharapkan dapat menggagas kerja sama AI ke depan yang betul-betul fokus tentang warga dan populasi terutama generasi muda," tutur Andi.










